Dialektis.co – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang kembali memperluas sasaran peningkatan kompetensi tenaga kerja dengan menggelar pelatihan Make Up Artis (MUA).
Program ini menyasar puluhan perempuan di Kota Taman, dengan melibatkan lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Multi Kursus Training sebagai instruktur sekaligus lembaga penguji.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan kewirausahaan.
Tidak hanya terfokus pada sektor industri, Disnaker juga mendorong masyarakat agar mampu menciptakan peluang usaha mandiri, salah satunya di bidang tata rias wajah.
“Harapannya peserta tidak lagi bergantung pada ketersediaan lapangan kerja yang terbatas, tetapi mampu membuka usaha sendiri,” ujar Lukman.
Sementara itu, Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, menilai profesi make up artis memiliki peluang pasar yang cukup luas di Kota Taman.
Jasa tata rias kerap dibutuhkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari perayaan HUT Bontang, Hari Kemerdekaan RI, Bontang City Carnival (BCC), kegiatan sekolah dan wisuda, hingga acara pernikahan.
Melalui pelatihan ini, Asdar berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan sekaligus kepercayaan diri untuk memasarkan jasanya sebagai sumber penghasilan tambahan guna membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
“Ke depan diharapkan terciptanya lapangan kerja baru dari tangan-tangan terampil para peserta,” tuturnya saat membuka pelatihan secara resmi di Sekretariat LPK Multi Kursus Training, Jalan Gamelan RT 15, Kelurahan Bontang Baru, Rabu (21/1/2026).
Pemkot Bontang, sambung Asdar, juga membuka akses permodalan bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha namun terkendala biaya. Mereka dapat memanfaatkan program Kredit Bontang Kreatif bunga nol persen, hasil kerja sama Pemkot Bontang dengan Bankkaltimtara, dengan plafon pinjaman maksimal hingga Rp 5 juta.
Di sisi lain, Pimpinan LPK Multi Kursus Training, Hendra Soffa Syaiful, mengungkapkan bahwa sebanyak 26 peserta dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan ini. Program berlangsung selama 20 hari dengan total 160 jam pelajaran, termasuk ujian kompetensi di akhir pelatihan.
“Setiap hari peserta mengikuti pelatihan selama delapan jam, tanpa libur termasuk akhir pekan. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat dari LPK maupun BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” pungkasnya. (Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post