Dialektis.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan PAUD Terpadu Al-Hikmah Bontang Utara melalui kegiatan Pasar Al-Hikmah.
Program ini dinilai sebagai salah satu contoh konkret bagaimana pembelajaran dapat dirancang lebih kontekstual, relevan, dan dekat dengan kehidupan nyata anak-anak, sehingga tidak hanya berhenti pada teori yang diajarkan di dalam kelas.
Pengawas Sekolah Ahli Muda, Sumarmi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memperlihatkan arah pendidikan yang mulai bergerak ke pendekatan pembelajaran mendalam. Ia menilai bahwa Pasar Al-Hikmah menjadi sarana efektif untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman langsung yang dapat dirasakan oleh peserta didik.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama dari kegiatan ini adalah kemampuannya mengangkat realitas lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Ia mencontohkan bahwa sebagian besar masyarakat di sekitar sekolah memiliki latar belakang sebagai petani atau pedagang, sehingga aktivitas jual beli menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak sehari-hari.
Kondisi tersebut kemudian diterjemahkan oleh pihak sekolah menjadi kegiatan edukatif yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna.
“Anak-anak diperkenalkan dengan aktivitas ekonomi sederhana melalui cara yang menyenangkan dan mudah dipahami sesuai dengan tahap perkembangan mereka,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan, anak-anak terlebih dahulu diberikan pemahaman melalui berbagai metode seperti diskusi di kelas. Pemutaran video, serta cerita interaktif yang menggambarkan proses jual beli. Tahapan ini menjadi penting agar anak memiliki dasar pengetahuan sebelum terjun langsung ke praktik.
Setelah memahami konsep, anak-anak kemudian diajak untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan pasar. Di sinilah mereka belajar secara nyata bagaimana proses transaksi berlangsung, mulai dari memilih barang, berkomunikasi dengan penjual, hingga melakukan pembayaran.
Ia menilai bahwa pengalaman langsung seperti ini akan lebih mudah diingat oleh anak dibandingkan pembelajaran yang hanya bersifat teoritis. Proses belajar menjadi lebih hidup karena anak terlibat aktif dan merasakan sendiri setiap tahapan yang dilalui.
“Selain aspek kognitif, kegiatan ini juga berdampak pada perkembangan sosial dan emosional anak. Mereka belajar berinteraksi, bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri dalam menghadapi situasi baru,” tuturnya.
Disdikbud Bontang berharap model pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya dalam menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan kontekstual. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post