Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Cerita Pedagang Lang-lang, Khawatir Mulai April Total Sewa Lapak Capai Rp1 Juta

Redaksi by Redaksi
February 6, 2026
Cerita Pedagang Lang-lang, Khawatir Mulai April Total Sewa Lapak Capai Rp1 Juta

Situasi kios permanen di Stadion Bessai Berinta, Lang-lang (Foto/Mira)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Pedagang di kawasan Lapangan Lang-lang, Stadion Bessai Berinta, Kota Bontang, mengeluhkan rencana penarikan biaya lapak yang akan diberlakukan mulai April 2026.

Jika diterapkan, htung-hitungan pedagang total beban yang harus mereka tanggung mencapai sekitar Rp1 juta per bulan. Terdiri dari sewa lapak Rp800 ribu di luar biaya listrik dan air.

Mawar (bukan nama sebenarnya). Pedagang yang telah berjualan lebih dari 10 tahun di lokasi tersebut, menilai rencana tersebut sangat memberatkan.

Pasalnya, pendapatan pedagang saat ini hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per hari. Bahkan dalam beberapa hari terakhir hanya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

“Kalau nanti sudah jalan bulan April. Sewa lapak Rp800 ribu, ditambah listrik dan air bisa sampai Rp1 juta. Itu terlalu berat. Kami maunya Rp300 ribu saja,” ujarnya kepada media ini, Jumat (6/2/2026) sore.

Ia bilang, sebelum kawasan tersebut dibangun kios permanen. Pendapatan pedagang bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Namun setelah penataan kawasan, jumlah pengunjung justru menurun drastis.

Selain besaran biaya, pedagang juga mengaku mendapat kewajiban untuk membuka lapak. Jika tidak beroperasi, lapak berpotensi dialihkan kepada pedagang lain.

Kondisi ini membuat pedagang berada dalam posisi serba tertekan, karena biaya akan tetap berjalan di tengah sepinya pembeli.

Hal senada disampaikan Melati (minta tidak disebutkan namanya), pedagang lainnya. Ia menilai rencana penerapan tarif tersebut tidak mempertimbangkan kondisi riil pedagang kecil.

“Sekarang saja pendapatan kami paling Rp30 ribu sehari. Kalau nanti sudah diberlakukan, kami bingung mau bertahan bagaimana,” katanya.

Para pedagang berharap pemerintah dapat meninjau ulang rencana penarikan biaya lapak sebelum diberlakukan pada April mendatang. Agar kebijakan yang diambil tidak justru mematikan usaha kecil di kawasan tersebut. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Bontang
ShareTweet
Previous Post

Berbenah, Bontang Siap Wujudkan Wilayah Tanpa Kabel Semrawut

Next Post

Meski Tak Digunakan, Pedagang Lang-lang Tetap Bayar Air PDAM Rp50 Ribu per Bulan

Related Posts

Polisi Ungkap Komplotan Maling Penyebab Lampu Jalan di Bontang Padam, Beraksi Malam Hari
WARTA

Polisi Ungkap Komplotan Maling Penyebab Lampu Jalan di Bontang Padam, Beraksi Malam Hari

Polres Bontang Tangkap 22 Tersangka Pencurian dalam 3 Bulan, Termasuk 12 Kasus Curat
WARTA

Polres Bontang Tangkap 22 Tersangka Pencurian dalam 3 Bulan, Termasuk 12 Kasus Curat

Paskibraka Bontang Sukses Laksanakan Tugas, Upacara HUT RI Berlangsung Khidmat
GAYA HIDUP

Paskibraka Bontang Sukses Laksanakan Tugas, Upacara HUT RI Berlangsung Khidmat

Momen Dandim Ardiansyah Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
RAGAM

Momen Dandim Ardiansyah Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Pastikan Kondusif, Tim Patnal Lapas Bontang Gelar Investigasi
WARTA

Pastikan Kondusif, Tim Patnal Lapas Bontang Gelar Investigasi

Sulteng Digoyang Gempa 6,2 Magnitudo, Getaran Ikut Dirasakan Warga Bontang
WARTA

Sulteng Digoyang Gempa 6,2 Magnitudo, Getaran Ikut Dirasakan Warga Bontang

Next Post
Meski Tak Digunakan, Pedagang Lang-lang Tetap Bayar Air PDAM Rp50 Ribu per Bulan

Meski Tak Digunakan, Pedagang Lang-lang Tetap Bayar Air PDAM Rp50 Ribu per Bulan

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.