Dialektis.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengatur jumlah rombongan belajar (rombel) dan daya tampung siswa pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) tahun ajaran 2026.
Kebijakan ini tertuang dalam petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, mengatakan penentuan rombel disesuaikan dengan kapasitas masing-masing sekolah.
Selain itu, jumlah siswa per kelas juga diatur agar tetap ideal. Hal ini penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan sejak usia dini.
Berdasarkan data, TK Negeri 1 Bontang memiliki 8 rombel dengan jumlah siswa per kelas sebanyak 17 anak.
Dengan demikian, total daya tampung sekolah tersebut mencapai 136 siswa. Sementara TK Negeri 2 memiliki 3 rombel dengan total kapasitas 45 siswa.
Adapun TK Negeri 3 Bontang tercatat memiliki 2 rombel dengan jumlah siswa per kelas sebanyak 16 anak.
Total daya tampung di sekolah tersebut mencapai 32 siswa. Secara keseluruhan, jumlah rombel TK negeri di Bontang mencapai 13 rombel dengan total daya tampung 213 siswa.
“Penetapan rombel ini sudah melalui perhitungan matang berdasarkan sarana prasarana dan ketersediaan tenaga pendidik di masing-masing sekolah,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pengaturan rombel ini juga bertujuan untuk pemerataan jumlah siswa di setiap satuan pendidikan.
Dengan distribusi yang seimbang, diharapkan tidak ada penumpukan pendaftar di satu sekolah saja. Selain itu, sekolah lain juga tetap mendapatkan jumlah siswa yang proporsional.
Disdikbud Bontang menegaskan bahwa sekolah wajib mematuhi ketentuan rombel yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan evaluasi dan pembinaan. Langkah ini dilakukan agar sistem penerimaan berjalan sesuai aturan.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan anak usia dini semakin meningkat.
Lingkungan belajar yang kondusif dinilai penting untuk perkembangan anak. Selain itu, pengaturan rombel juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Bontang.
“Ke depan, kami akan terus memantau pelaksanaan di lapangan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan agar tetap sesuai kebutuhan,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post