Dialektis.co, Bontang – Pemerintah Kota Bontang harus menunda sejumlah proyek pembangunan yang telah direncanakan pada tahun 2026 akibat keterbatasan anggaran.
Beberapa proyek yang terdampak di antaranya revitalisasi Waduk Kanaan dengan skema tahun jamak (multiyears), pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) di Kantor Wali Kota, pembangunan lapangan mini soccer di Berbas Pantai, hingga rencana pembelian mess pemkot di Jakarta.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif agar keuangan daerah tetap terjaga.
Menurutnya, kemampuan fiskal saat ini belum memungkinkan untuk membiayai seluruh program yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
“Kalau dipaksakan, risikonya cukup besar. Kami tidak ingin sampai menimbulkan utang kepada kontraktor,” ujarnya dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota di Pendopo Rumah Jabatan, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, kebijakan penundaan ini akan segera dikomunikasikan kepada DPRD Bontang.
Mengingat sejumlah proyek, khususnya yang berskema multiyears, sebelumnya telah disepakati bersama legislatif, maka perubahan keputusan juga harus melalui mekanisme yang sama.
“Kami akan melaporkan ke DPRD. Karena ini keputusan yang ditetapkan bersama dalam rapat paripurna, maka revisinya juga harus dibahas dan disetujui melalui paripurna,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Pemkot Bontang tengah menghadapi defisit anggaran sekitar Rp150 miliar.
Kondisi ini dipicu oleh realisasi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) yang tidak sesuai target, serta belum pastinya penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat pada triwulan kedua.
Meski demikian, Neni berharap situasi ini hanya bersifat sementara. Ia optimistis program-program yang tertunda dapat kembali dijalankan apabila kondisi keuangan daerah mulai membaik.
“Kalau pendapatan daerah kembali stabil, tentu program yang saat ini ditunda akan kita lanjutkan,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post