Dialektis.co – Kondisi bocah korban penyerangan buaya di Perkampungan Selambai, Loktuan Kota Bontang dikabarkan mulai sadarkan diri, Senin (2/3/2026) malam.
Sebelumnya, dikabarkan kondisi Abisar (11) dikabarkan sempat kritis saat dilarikan ke Rumah Sakit PKTdan tak sadarkan diri.
Namun setelah melalui serangkaian operasi, kondisinya mulai berangsur membaik. Dan mendapat penanganan di ruangan intensif care unit (ICU) RS PKT.
Bahkan bocah pemberani yang berhasil lolos dari gigitan buaya sebesar 4,5 meter itu sudah mulai bisa berkomunikasi.
Kondisinya Belum Stabil
Baca juga: Diserang Buaya Saat Berenang, Bocah 11 Tahun di Selambai Dilarikan ke Rumah Sakit
Herawati, selaku tante korban menuturkan saat dilarik ke rumah sakit Abisar dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Setelah mendapat penanganan medis, kondisinya terlihat mulai membaik dan sadarkan diri pada Ahada pagi. Beberapa waktu kemudian, kondisinya kembali menurun drastis.
“Pagi sempat sadar, alhamdulillah. Tetapi tiba-tiba drop lagi,” ujar Herawati kepada wartawan, Ahad (1/3).
Info yang diterima, pada siang hari dokter kembali melakukan transfusi darah sebanyak dua kantong. Langkah ini dilakukan karena kondisi tubuh korban belum stabil akibat kehilangan darah yang cukup banyak.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka gigitan serius di bagian leher Abisar. Gigitan tersebut menyebabkan satu pembuluh darah besar di sisi kanan leher terputus, serta merusak jaringan saraf di sekitarnya.
Baca Juga: Lurah Loktuan Benarkan Kabar Bocah Diserang Buaya, Masih Jalani Operasi
Luka lain juga ditemukan di bagian dada hingga perut, yang sebagian harus dijahit akibat robekan cukup dalam.
Dijenguk Wali Kota, Bisa Komunikasi
Senin malam, kondisi Abisar tampak membaik. Hal itu terlihat saat ia dijenguk Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Meski masih lemah, Abisar sudah bisa berkomunikasi secara perlahan.
“Alhamdulillah sudah siuman. Kamu istirahat dulu ya,” ujar Neni, seperti dilansir dari alaman Bontangpos.
Abisar menjawab pelan sambil menganggukkan kepala.
“Sudah mulai sadar dari siang,” kata perawat RS PKT Okta.
Namun, Abisar masih menggunakan alat bantu pernapasan berupa ventilator selama menjalani perawatan intensif dengan mengalami sembilan jahitan. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post