Dialektis.co – Meski diterpa keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan akan tetap mempertahankan program bantuan hingga Rp30 juta per RT.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan hal itu dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah agar program pro-rakyat tidak dikorbankan.
“Bantuan untuk masyarakat tetap kita pertahankan,” tegasnya.
Konsekwensinya pemkot lebih memilih menunda sejumlah proyek besar.
Serta sebagian belanja modal dialihkan untuk menjaga alokasi bantuan di tingkat RT ini tetap berjalan.
Kata AH-sapaan akrabnya, skema ini dipilih agar daya beli dan aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.
Diwartakan sebelumnya, postur APBD Bontang di tahun anggaran 2026 diproyeksikan minus Rp 500 miliar. Dampaknya pemerintah setempat harus melakukan rasionalisasi sejumlah pos belanja, salah satunya Program RT.
Diketahui, program RT pasangan Neni Moerniaeni dan Agus Haris semula menjanjikan Rp 200 juta ke tiap wilayah.
Namun, dengan keuangan daerah yang menyusut belanja untuk RT juga terpaksa menciut. Pemkot harus memutar otak untuk mengalokasikan anggaran pro-RT ini.
Terpisah di lain kesempatan, Wali Kota Neni Moerniaeni pernah merinci dana kelurahan dialokasikan 5 persen dari APBD. Dari dana itulah program RT dititipkan.
“Dana RT akan dikelola melalui Kelurahan. Uang itu nantinya bisa digunakan untuk pengerjaan fisik. Sesuai urgensi usulan masyarakat,” tandasnya. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post