Dialektis.co – Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho mengungkap saat ini mereka tengah running 2 kilang dari 8 kilang yang sebenarnya mereka miliki.
Menurutnya hal itu sedikit peningkatan. Sebelumya, pada bulan lalu Badak LNG hanya mengoprasikan 1 kilang.
Sebab mencatatkan barges. Dengan mengoprasikan kapal tongkang terkecil sepanjang sejarah yang masuk ke fasilitas kilang atau train.
“Kita sempat hanya oparisikan 1 train,” ujarnya saat Media Gathering Strike Up a Connection Badak LNG, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Dijelaskan Feri, Badak LNG sempat diminta oleh Subholding Upstream Pertamina untuk kembali menambah mengjalankan 1 train.
Lantaran untuk meningkatkan produksi. Dengan memprioritaskan kebutuhan domestic plant.
“Jadi gas itu priority pertama yang masuk ke Bontang itu adalah untuk domestic plant. Domestic plant itu Pupuk Kaltim, KMI, KPI. Itu prioritas pertama,” ungkapnya.
Kata dia, setelah kebutuhan domestic plant tersebut terpenuhi dan ada kelebihan. Baru masuk ke dalam kilang PT Badak untuk diulang (liquefaction, Red.) menjadi LNG.
Sebutnya, jika domestic plant ada problem atau schedule sudden, pasokan gas tersebut tidak bisa diulang.
“Misalnya Pupuk Kaltim tadi. Nah ini harus bisa diabsorpsi oleh PT Badak,” urainya.
Sebab itu, kini kilang di Badak LNG harus benar-benar reliable saat ada fit case tambahan.
Feri menyampaikan, beberapa minggu Badak LNG menjalankan 1 kilang. Ia meyakinkan pihaknya sudah bersiap antisipasi adanya domestic plant.
Lebih jauh, Feri mengungkap hal menarik saat ini adalah Eni SpA yang menemukan cadangan gas raksasa di Blok Ganal (Cekungan Kutai), lepas pantai Kaltim.
Jika sesuai rencana, nantinya akan dikirimkan ke Badak LNG di akhir 2028. Kondisi ini pula yang membuat Badak LNG melakukan reaktivasi 1 kilang train F, sebagai persiapan.
“Istilahnya kami di PT Badak akan operation mode 4 plus 0. Artinya kita akan jalan dengan 4 kilang tanpa spare. Saat feed gas yang masuk di PT Badak itu jalan 4 kilang dengan load factor 100 persen, artinya kapasitas mengabsorbpsi di PT Badak kira-kira sekitar 430-450 mhcf,” terangnya.
“Kalau kemudian yang kita olah itu tidak sampai di 430-450 mhcf, sehingga 100 persen di 390 mhcf. Kita mesti punya room untuk mengabsorbpsi seandainya ada problem domestic,” imbuh Feri. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post