Dialektis.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula bagi Penyandang Disabilitas bertempat di SLB Negeri Bontang, Senin (27/7).
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari enam Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Bontang.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah penting KPU Kota Bontang dalam memberikan pendidikan pemilih yang inklusif serta memastikan penyandang disabilitas. Khususnya pemilih pemula, memperoleh informasi yang sama terkait hak dan kewajibannya dalam demokrasi.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Bontang, Muzarroby Renfly menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan pemilih dan berpartisipasi dalam Pemilu tanpa diskriminasi.
“KPU Kota Bontang berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan pemilih yang inklusif, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menggunakan hak pilihnya dalam menentukan masa depan bangsa,” ujar Muzarroby Renfly.
Kepala SLB Negeri Bontang, Imas Nurfathonah selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyambut baik kegiatan yang melibatkan seluruh SLB se-Kota Bontang dan berharap kerja sama antara KPU Kota Bontang dengan sekolah-sekolah luar biasa dapat terus berlanjut.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan perdana sosialisasi pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas se-Kota Bontang. Semoga ke depan kolaborasi ini dapat terus dilaksanakan untuk memberikan pemahaman demokrasi kepada peserta didik,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bontang, Rina Megawati, bertindak sebagai narasumber.
Ia menyampaikan materi dengan tema “Suara Kita Berharga untuk Masa Depan Indonesia”.
Dalam penyampaiannya, Rina menjelaskan pentingnya peran pemilih pemula dalam demokrasi, hak-hak pemilih penyandang disabilitas, pengenalan calon melalui surat suara, serta tata cara mencoblos yang benar saat pemungutan suara.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi pemungutan suara.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan surat suara dan diberikan pemahaman mengenai tata cara memilih, mulai dari mengenali calon melalui surat suara hingga praktik mencoblos sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kata Rina, simulasi ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta agar lebih memahami proses pemungutan suara dan meningkatkan kesiapan pemilih pemula penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Kegiatan berjalan interaktif dengan suasana yang penuh semangat.
KPU Kota Bontang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bontang atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Dukungan dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan pemilih yang inklusif serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
Rina menyebut melalui kegiatan ini, KPU Kota Bontang berharap pemilih pemula penyandang disabilitas semakin memahami hak pilihnya, memiliki kepercayaan diri dalam berpartisipasi pada Pemilu, serta menjadi bagian aktif dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, demokratis, dan berintegritas. (Rls).









Discussion about this post