Dialektis.co – Kasus hilangnya penyanggan jembatan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, menarik perhatian Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Neni meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Menurutnya, hal ini sangat keterlaluan dan sepenuhnya masuk ranah pidana.
Selain merugikan negara. Tidakan itu sangat membahayakan masyarakat sekitar. Pasalnya, struktur jembatan jadi tidak kokoh dan rawan roboh.
“Harus diusut itu. Kalau dibiarkan jadi kebiasaan. Kayu saja diambil apalagi besi-besi,” tegas Neni, saat ditemui wartawan.
Kata dia, jembatan kayu ulin tersebut hasil perjuangan bersama. Melalu proyek Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2024 silam.
Pembangunannya murni untuk menunjang aktivitas warga di kawasan pesisir Tanjung Laut Indah. Tidakan pelaku dinilai sangat meresahkan dan patut ditindak tegas oleh hukum.
Lebih jauh, Neni mengapresiasi inisiatif pihak kelurahan yang melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
“Saya salut lurahnya melaporkan. Memang ini harus dilakukan agar tidak ada pembiaran,” tegasnya lagi.
Terpisah, Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro mengatakan saat diserah terimakan spesifikasi pekerjaan sudah sesuai dengan perencanaa. Termasuk dilengkapi dengan siku penyangga.
Namun kini, sejumlah balok ulin sebagai siku penyangga mendadak hilang. Meski masih berdiri, namun kini konstruksi jembatan jadi tidak kokoh dan rentan roboh.
“Pekerjaan ini juga sudah diperiksa BPK. Sudah diserah terimakan ke Pemkot. Berarti siku-siku ini hilang diambil. Makanya kami laporkan ke Polsek Bontang Selatan,” ucapnya.
Sementara, Kapolres Bontang melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, membenarkan adanya laporan dari pihak kelurahan terkait hilangnya siku-siku jembatan ulin tersebut.
Jajaranya terus mengumpulkan informasi guna mengidentifikasi pelaku.
“CCTV juga tidak banyak terpasang, apalagi aksinya dilakukan di bawah jembatan,” tuturnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post