Dialektis.co – SMPN 9 Bontang menyiapkan kuota khusus bagi siswa dari kawasan pesisir, utamanya dari wilayah Gusung dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekolah kepada anak pesisir yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam mengakses pendidikan lanjutan.
“Anak-anak pesisir ini harus tetap mendapatkan akses pendidikan. Jangan sampai mereka berhenti sekolah,” ujarnya saat dikonfimasi, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan regulasi yang berlaku. Kuota untuk siswa dari wilayah pesisir sebanyak lima orang. Namun dari data sementara yang diterima pihak sekolah, terdapat sekitar 14 lulusan dari kawasan Pulau Gusung.
Jumlah tersebut membuat sekolah mulai memikirkan langkah antisipasi agar seluruh calon siswa tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Pihak sekolah tidak ingin keterbatasan kuota justru membuat anak-anak di wilayah pesisir kehilangan akses belajar di tingkat SMP.
Jika jumlah pendaftar nantinya melebihi kapasitas yang tersedia. Pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi terbaik sesuai aturan yang berlaku.
“Kami akan komunikasikan dengan dinas, kemungkinan bisa melalui jalur prestasi atau kebijakan lainnya,” jelasnya.
Ia menuturkan, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan kuota atau fasilitas pendidikan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan lanjutan bagi anak-anak.
Menurutnya, masih ada sebagian orang tua di wilayah pesisir yang memilih anaknya langsung bekerja membantu keluarga atau menikah di usia muda dibanding melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah aktif melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga siswa.
Guru dan pihak sekolah bahkan rutin turun langsung ke rumah-rumah warga untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
Selain melakukan pendekatan kepada orang tua, sekolah juga berupaya menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat agar dukungan terhadap pendidikan anak di kawasan pesisir semakin kuat.
“Kami sering turun langsung ke rumah-rumah untuk memberikan pemahaman bahwa pendidikan sangat penting bagi masa depan anak,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.








Discussion about this post