Dialektis.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang bersiap menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah menyusul maraknya tren “sujud freestyle” yang mulai ditiru anak-anak usia sekolah dasar.
Fenomena yang awalnya viral di media sosial itu kini mulai terlihat di lingkungan sekolah, kawasan permukiman hingga tempat ibadah, sehingga memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan langkah cepat perlu dilakukan agar tren tersebut tidak semakin meluas di kalangan pelajar.
Menurutnya, sekolah harus mengambil peran aktif untuk mencegah siswa mencoba aksi berbahaya hanya karena rasa penasaran atau ikut-ikutan teman.
“Kami tidak ingin aktivitas seperti ini dianggap permainan biasa. Sekolah harus cepat memberi perhatian agar anak-anak tidak menirunya sembarangan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, gerakan “sujud freestyle” memiliki risiko tinggi karena posisi tubuh bertumpu pada kepala dan leher.
Apabila dilakukan tanpa teknik yang benar, anak berpotensi kehilangan keseimbangan dan mengalami cedera serius pada bagian vital tubuh.
Menurut Abdu Safa, sebagian anak belum memahami bahwa tantangan viral di media sosial tidak semuanya aman untuk ditiru.
Banyak anak hanya melihat sisi hiburan tanpa mengetahui dampak yang dapat mengancam keselamatan mereka.
Ia pun meminta para guru tidak hanya melarang siswa melakukan aksi tersebut, tetapi juga memberikan edukasi mengenai risiko kesehatan dan keselamatan.
Pendekatan edukatif dinilai lebih efektif dibanding sekadar memberi teguran.
Selain sekolah, pihaknya juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak di rumah. Orang tua diminta lebih memperhatikan tontonan dan konten media sosial yang dikonsumsi anak sehari-hari.
“Saya berharap kerja sama antara sekolah dan orang tua dapat mempersempit ruang penyebaran tren berbahaya di kalangan pelajar, sehingga anak-anak lebih fokus pada aktivitas positif dan aman,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post