Dialektis.co – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dari hulu. Fokus utama kini diarahkan pada tiga kelompok kunci, yakni ibu hamil, remaja putri, dan calon pengantin (catin).
Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk menekan munculnya kasus stunting baru di Kota Taman.
Baca juga: Stunting Tak Kenal Wilayah, Dinkes Bontang: Semua Warga Wajib Waspada
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan pencegahan paling efektif dimulai sebelum bayi dilahirkan. Karena itu, kondisi kesehatan calon ibu harus dipastikan sejak dini.
“Strategi kita menghentikan stunting baru dengan mengawal ibu hamil, remaja putri, dan calon pengantin. Kalau ini dijaga dengan baik, anak yang lahir insyaallah tidak stunting,” ujarnya.
Baca juga: Kehadiran Orang Tua di Posyandu Baru 75 – 80 Persen, Deteksi Dini Stunting di Bontang Terkendala
Menurutnya, intervensi terhadap ibu hamil menjadi prioritas, terutama bagi yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Dinkes memberikan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Tablet Tambah Darah (TTD) guna menunjang kesehatan ibu dan janin.
Sementara itu, edukasi kepada remaja putri dan calon pengantin difokuskan pada pencegahan anemia serta pentingnya menjaga kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan.
Namun demikian, Bahtiar mengakui masih ada tantangan di lapangan, khususnya terkait kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen yang diberikan.
Baca juga: Kejar Target 12,5 Persen, Dinkes Bontang Fokus Cegah Stunting dari Hulu
“Kalau diberikan Tablet Tambah Darah, tolong diminum. Jangan dibuang. Ini penting agar saat hamil nanti kondisi sudah siap dan sehat,” tegasnya.
Selain itu, Dinkes juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sebelum menikah. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan kadar hemoglobin (HB) untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan optimal.
Dengan langkah tersebut, diharapkan risiko stunting dapat ditekan sejak sebelum kehamilan terjadi.
Bahtiar menambahkan, peran masyarakat dan media sangat penting dalam meningkatkan literasi kesehatan. Ia menegaskan bahwa pemahaman gizi tidak hanya untuk anak, tetapi juga harus dimiliki oleh calon orang tua.
Baca juga: Jemput Bola Cegah Stunting, Bontang Intensifkan Operasi Timbang ke Rumah Warga
“Kalau kita sepakat mencegah stunting sejak remaja dan masa kehamilan, target Bontang bebas stunting bukan hal mustahil,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan generasi penerus, dimulai dari calon ibu.
“Mari kita jaga calon-calon ibu kita. Ini demi masa depan Bontang yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (*/Adv).









Discussion about this post