Dialektis.co – Di tegah geliat kota industri, dengan sejumlah pabrik sekala internasional yang tumbuh, ternyata Kota Bontang, Kalimantan Timur, masih menyimpan sebuah harta karun hijau yang begitu indah.
Di hutan konservasi Badak LNG Bontang itu, sebuah narasi unik tercipta. Bukan tentang perselisihan antara pembangunan dan alam. Melainkan tentang sebuah bakti untuk menjaga belantara tanah pertiwi.
Bayangkan, Pongo -panggilannya begitu. Sang orangutan asli Kalimantan, dapat lahir dan tumbuh besar di dekat riuhnya kota industri. Primata eksotik ini masih bisa bernapas lega, makan dengan lahap, dan bergelantungan di dahan yang kokoh.
Tentu ini bukan kebetulan. Ia merupakan hasil dari komitmen pelaku industry. Bentuk kesadaran, bahwa menjaga rimba adalah investasi keberlangsungan hidup.
Baca juga: Pengamat: Lutung Abu-Abu Kutai Masih Ada di Bontang, Terekam Bersama Anaknya
Yosvaldo Gerry Setiono Putra, seorang fotografer sekaligus penggiat konservasi menuturkan senyum Si Pongo sekaligus pengingat yang rapuh.
Baginya, menjaga hutan bukan sekadar menanam pohon. Melainkan menjaga narasi agar tetap hidup. Sebab itu, sejak 2018 ia mendedikasikan waktu dan kameranya untuk memastikan pesan dari alam ini tidak memudar.
“Menjaga satu spesies kunci seperti orangutan. Sama artinya dengan menyelamatkan ribuan spesies lainnya. Serta melindungi keutuhan ekosistem secara menyeluruh,” kata Gerry saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, Bontang cukup beruntung memiliki hutan konservasi perusahaan yang cukup terjaga. Sementara kondisi hutan di sekitarnya cukup mengkhawatirkan, banyak diserang pembakaran, pembabatan hingga penambangan illegal.
Kisah memilukan tentang upaya orangutan bermigrasi ke wilayah hutan konservasi perusahaan ini pun pernah terekam warga beberapa bulan lalu. Beruntung, meski hutan konservasi ini tidak terambung secara alami.
Baca juga: Prevab TNK, Hutan Habitat Orang Utan Itu Terancam Perambahan
Namun, banyak jalur hijau penghubung di sela-sela perumahan yang mampu jadi koridor satwa. Terlebih jalur itu ditanami tanaman pakan seperti manga, nangka, atau jambu air.
Sehingga tidak memgherankan jika ditemukan orangutan secara alami memanfaatkannya untuk menuju hutan konservasi perusahaan itu.
Baginya, hutan bukan sekadar paru-paru dunia. Hutan ini jadi bukti, kehadiran industri tidak seharusnya menjadi vonis mati bagi biodiversitas.
“Mari jaga hutan kita,” tutur Gerry, kepada media ini. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post