Dialektis.co – FTO (31), masih tak habis pikir. Sistem Cash on Delivery (COD) atau bayar di tempat yang selama ini dianggap sebagai cara paling aman untuk menghindari penipuan saat belanja online.
Namun, justru menghantarkan wanita yang tinggal di kawasan Jalan DI Panjaitan Kota Bontang, Kalimantan Timur itu menjadi korban penipuan. Diduga modus cerdik yang dikenal sebagai “Segitiga Penipuan” (Triangle Fraud).
Kepada media ini, Jumat (23/1/2026) pagi. FTO menceritakan tindak kejahatan yang menimpanya. Dengan harapan, tidak ada korban serupa.
Wanita berprofesi sebagai guru itu harus menelan kerugian mencapai Rp15 juta, saat memesan material bangunan melalui media sosial. Padahal fisik barang benar-benar sudah sampai di depan matanya.
Kronologi Kejadian: Jebakan di Balik Truk Material
Kejadian bermula, saat ia mencari material baja ringan dan reng melalui platform Facebook. Ia menemukan sebuah akun atas nama Anton Wijaya dengan postingan yang sangat meyakinkan, menawarkan berbagai material bangunan.
Untuk memastikan keamanan, korban memilih sistem pembayaran COD. Sesuai kesepakatan, tak lama kemudian sebuah truk dari toko bangunan benar-benar datang ke alamat korban. Namun, di sinilah petaka dimulai.
“Caranya sangat meyakinkan. Saya suruh foto dan video proses angkut. Pas datang depan rumah pun barangnya sama. Jadi, saya tidak curiga sama sekali,” tuturnya.
Saat material hendak diturunkan. Pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp. Pelaku mendesak korban untuk segera melakukan transfer pembayaran ke rekening pribadinya. Dengan dalih sebagai syarat agar barang bisa dibongkar oleh kuli atau sopir.
Karena melihat barang sudah ada di depan rumah. Korban tanpa ragu mengirimkan uang tersebut. Tanpa memastikan atau mengkonfirmasi langsung kepada sopir, soal nota pembayaran asli.
Setelah transfer dilakukan, korban baru konfirmasi kepada sopir dan kuli yang mengantar. Celaka, mereka mengaku tidak mengenal pelaku.
Ternyata, pelaku hanyalah broker bayangan yang memesankan barang dari toko asli ke alamat korban, lalu mencegat pembayaran di tengah jalan.
“Saya enggak nyangka kalau ternyata penipu ya Allah,” keluhnya.
Atas kejadian ini, korban mengaku akan segera membuat laporan resmi. Berbekal, sejumlah bukti chat dan bukti transfer yang ia lakukan. Korban berharap pelaku dapat tertangkap dan tidak ada korban lain. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post