Dialektis.co – Hari ketiga pasca banjir dan longsor di Kampung Timur, Kelurahaan Kanaan, Sabtu (17/1/2026). Dengan peralatan seadanya, warga mulai membersihkan rumah.
Diketahui, pasir dan lumpur lahan bekas tambang galian C di sekitar pemukiman itu menghantam 4 bangunan warga saat hujan deras pada Kamis (15/1) pagi lalu.
Selain 4 rumah yang direndam lumpur, sejumlah rumah lainnya di sekitar lokasi longsor juga terdampak. Air dan lumpur menggenangi rumah warga dengan tinggi mencapai 20 cm.
Pantauan, warga yang sebelumnya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat pun mulai kembali membersihkan rumah dan lingungan.
“Kami hanya bisa menyimpan sejumlah barang yang masih dapat kami selamatkan. Mohon, setidaknya pemerintah bisa melek dikit akibat tambang ilegal ini,” ujar Adina, salah satu warga kepada media ini.
Diceritakannya, banjir lumpur terjadi begitu cepat saat hujan deras menjelang waktu subuh.
Air bersama material longsor tiba-tiba masuk dari arah belakang rumah. Saat itu orangtuanya sedang bersih-bersih di area dapur dan posisi pintu dalam keadaan terbuka.
“Ada satu rumah lain yang paling dekat dengan longsoran pasir. Temboknya sudah jebol. Andai tidak ada rumah ini. Mungkin rumah orangtua kami juga bakal hanyut, kesapu material,” tuturnya.
Terpisah sebelumnya, Lurah Kanaan Salmon Payung Allo, membenarkan adanya longsoran dekat tebing bekas tambang ilegal galian C yang berdampak langsung pada empat bangunan warga.
Salmon menilai, kondisi tanah yang labil membuat longsor mudah terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“BPBD sudah menurunkan alat berat membersihkan jalan dan lingkungan sekitar. Warga minim alat untuk membersihkan rumah mereka,” tuturnya.
Salmon pun mengaku situasi ini butuh perhatian lebih. Sebab jika tidak ditangani cepat, dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post