Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Krisis Ekonomi Saat Ini Lebih Parah dari 1998

Redaksi by Redaksi
May 7, 2020
Krisis Ekonomi Saat Ini Lebih Parah dari 1998
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan krisis ekonomi yang terjadi saat ini di Indonesia imbas pandemi virus corona (Covid-19) lebih parah dari krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

Menurut dia, saat krisis 1998 hanya pelaku ekonomi besar saja yang merasakan dampak paling fatal. Berbeda ketimbang saat ini.

“Dulu tahun 98, 97 krisis ekonomi kita tidak separah sekarang, karena waktu itu hanya pelaku ekonomi besar saja yang kena dampak sangat fatal, karena mereka ketergantungan terhadap bahan baku impor kemudian kurs dolar dengan Rupiah terjun sangat terjun bebas,” kata dia dalam sebuah webinar melalui zoom, Rabu (6/4).

Ia melanjutkan, pada 1998, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Indonesia masih perkasa. Namun saat ini, menurut Muhadjir, justru para pelaku UMKM yang ambruk terlebih dahulu.

“Tapi sekarang sebaliknya justru UMKM yang paling remuk duluan, karena tiba tiba mereka tidak bisa berjualan, tidak ada lagi daya beli masyarakat, tiba tiba ambruk,” ucap dia.

Dia mengatakan penataan ekonomi di Indonesia harus dilakukan secara perlahan-lahan selepas pandemi virus corona.

“Jangan sampai menjurus ke arah resesi atau depresi ekonomi yang berbahaya terhadap masa depan kita,” ucap dia.

Diketahui, virus corona mulai mewabah di China pada Desember 2019 lalu. Kemudian, penyebarannya semakin masif ke beberapa negara pada awal 2020 dan masuk ke Indonesia pada Maret 2020.

Hingga hari ini, Rabu (6/4), pasien positif Covid-19 di seluruh Indonesia mencapai 12.438. Dari jumlah itu, 2.317 orang dinyatakan sembuh dan 895 orang meninggal dunia. (cnnindonesia)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: coronamenkopmk
ShareTweet
Previous Post

Presiden Joko Widodo Ingin Perekonomian Tetap Jalan di Tengah Wabah Corona

Next Post

Ribuan Napi Buddha Dapat Remisi Khusus di Hari Raya Waisak

Related Posts

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus
WARTA

Dinkes Bontang Imbau Waspada Superflu, Menular Lewat Droplet Saat Batuk & Bersin

Kemkomdigi: Surat Peringatan Pemadaman Internet 25-27 September Hoaks
WARTA

Kemkomdigi: Surat Peringatan Pemadaman Internet 25-27 September Hoaks

Raih Juara 2 Lomba Taman Numerasi, SDN 011 Bontang Selatan: Tentang Ide yang Diwujudkan
WARTA

Raih Juara 2 Lomba Taman Numerasi, SDN 011 Bontang Selatan: Tentang Ide yang Diwujudkan

Raih New Zealand Scholarship, Kepala SPNF SKB Bontang Kunjungi Selandia Baru
GAYA HIDUP

Raih New Zealand Scholarship, Kepala SPNF SKB Bontang Kunjungi Selandia Baru

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PDIP Minta Pemkot Jelaskan Rinci Sumber PAD
DPRD Bontang

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PDIP Minta Pemkot Jelaskan Rinci Sumber PAD

Kecelakaan Fatal Dekat Tugu Selamat Datang Bontang, Bus Karyawan Tambang Vs Truk
WARTA

Kecelakaan Fatal Dekat Tugu Selamat Datang Bontang, Bus Karyawan Tambang Vs Truk

Next Post
Ribuan Napi Buddha Dapat Remisi Khusus di Hari Raya Waisak

Ribuan Napi Buddha Dapat Remisi Khusus di Hari Raya Waisak

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.