Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM

5 Negara dengan Strategi Penanganan Banjir Terbaik, Pemerintah Indonesia Perlu Belajar

Redaksi by Redaksi
December 3, 2025
5 Negara dengan Strategi Penanganan Banjir Terbaik, Pemerintah Indonesia Perlu Belajar

Ilustrasi Banjir (Foto/internet Azzedine Rouichi)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Belakangan ini Indonesia kembali berduka setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang tiga provinsi, Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, pada penghujung November 2025.

Bencana kali ini tergolong salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir karena menelan lebih dari 400 korban jiwa dan membuat ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kerusakan ekosistem hutan di sekitar wilayah terdampak, yang dipicu aktivitas pertambangan hingga ekspansi perkebunan kelapa sawit, disebut sebagai salah satu faktor utama yang memperparah banjir bandang tersebut.

Kondisi ini menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan strategi jangka panjang yang lebih serius untuk mencegah bencana serupa terulang.

Di sisi lain, sejumlah negara telah berhasil mengembangkan pendekatan penanganan banjir yang jauh lebih terstruktur, modern, dan visioner.

Mengamati langkah mereka bisa menjadi bahan pembelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Negara mana saja yang bisa kita teladani? Berikut pembahasannya.

1. Belanda: Mengolah dan Memberi Ruang Untuk Air

Belanda sering dijadikan rujukan global dalam urusan mitigasi banjir karena sepertiga wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Negara ini tidak memilih opsi “mengusir” air, melainkan belajar hidup berdampingan dengannya. Konsep living with water menjadi pondasi utama perencanaan kotanya.

Salah satu inovasi yang paling terkenal adalah polder system, yaitu kawasan rendah yang dikelilingi tanggul dan dilengkapi sistem pompa besar untuk mengendalikan air secara terus-menerus.

Belanda juga menerapkan program Ruimte voor de Rivier atau Room for the River, memberi ruang lebih luas bagi sungai untuk menampung luapan air secara terkendali, bukan justru mempersempit alirannya seperti yang sering terjadi pada urbanisasi di negara lain.

Selain itu, perencanaan kota mereka menempatkan air sebagai elemen penting: kanal, kolam retensi, hingga water plaza dirancang untuk menampung air hujan ekstrem sekaligus menjadi ruang publik ketika cuaca cerah.

Pendekatan ini membuktikan bahwa desain kota yang ramah air bukan hanya efisien, tetapi juga estetis dan fungsional.

2. Jepang: Kombinasi Infrastruktur Raksasa dan Edukasi Ketat

Jika Belanda unggul dalam rekayasa lahan, Jepang menonjol dalam skala infrastrukturnya.

Negara ini membangun sistem pengendali banjir bawah tanah yang luar biasa, salah satunya The Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel atau terowongan raksasa sepanjang puluhan kilometer yang menyalurkan air dari kawasan padat penduduk menuju sungai besar.

Infrastruktur teknis ini berjalan seiring dengan edukasi publik yang intensif.

Jepang menyediakan peta risiko banjir yang sangat detail, sehingga setiap warga dapat mengetahui tingkat ancaman di sekitar tempat tinggalnya dan merencanakan langkah mitigasi.

Selain itu, budaya evakuasi cepat sudah mengakar kuat.

Simulasi rutin, latihan evakuasi, dan komunikasi darurat yang jelas membuat warga terbiasa bertindak tepat waktu ketika bencana datang.

Hasilnya, mitigasi banjir di Jepang bukan hanya soal beton dan mesin, tetapi juga kesiapan masyarakat.

3. Singapura: Drainase Modern di Kota Kecil nan Padat

Sebagai negara kecil dengan tingkat curah hujan tinggi, Singapura bahkan tidak punya banyak ruang untuk kesalahan.

Kota ini membangun sistem drainase yang cerdas dan responsif.

Melalui program PUB Active, Beautiful, Clean (ABC) Waters, Singapura mengubah sungai dan kanal bukan hanya menjadi saluran air, tetapi juga ruang publik yang bersih, aman, dan estetis.

Pendekatan ini menjadikan drainase sebagai bagian harmonis dari kehidupan kota.

Lebih lanjut, mereka menggunakan sistem drainase dua tingkat (dual-flow system), yang mengatur aliran air normal dan aliran ekstrem dalam dua jalur berbeda agar banjir tidak mudah terjadi.

Semua ini didukung oleh sensor real-time di berbagai titik kota yang memonitor ketinggian air dan secara otomatis mengaktifkan pompa bila risiko meningkat.

Respons cepat inilah yang membuat Singapura jarang mengalami banjir besar meski wilayahnya kecil dan penduduknya padat.

4. Korea Selatan: Revitalisasi Total Sungai 

Korea Selatan memberikan contoh bagaimana revitalisasi sungai dapat menjadi solusi banjir sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Proyek paling ikonik adalah Cheonggyecheon Stream Restoration di Seoul.

Konon, sungai ini tertutup beton dan berada di bawah jalan layang yang padat.

Pemerintah kemudian membongkar seluruh struktur tersebut dan mengembalikan sungai ke bentuk alaminya.

Hasilnya bukan hanya ruang hijau yang menyegarkan, tetapi juga sistem penyerapan air yang jauh lebih baik.

Pendekatan ini membuktikan bahwa renaturalisasi atau mengembalikan sungai ke kondisi alami, lebih efektif daripada hanya membangun beton lebih tinggi.

Korea Selatan juga menerapkan sistem pengelolaan air berbasis teknologi, seperti pemantauan digital dan pintu air otomatis, yang membuat kota besar seperti Seoul lebih siap menghadapi curah hujan ekstrem.

5. Amerika Serikat (New Orleans): Reformasi Sistemik setelah Trauma Badai Katrina

New Orleans adalah contoh bagaimana bencana besar dapat menjadi titik balik.

Setelah Badai Katrina menghancurkan kota pada 2005, Amerika Serikat mereformasi total sistem pengendalian banjirnya.

Tanggul dan gerbang air diperkuat dengan standar yang jauh lebih ketat, dan audit dilakukan secara rutin untuk memastikan seluruh struktur tetap layak.

Namun Amerika tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Mereka memperluas penggunaan green infrastructure seperti taman serapan, lahan basah buatan, bioswale, dan atap hijau untuk membantu mengurangi limpasan air hujan.

Pendekatan ini membuat air terserap lebih banyak sebelum mencapai sistem drainase utama.

Di sisi lain, koordinasi lintas lembaga (kota, negara bagian, hingga federal) dibenahi agar respons bencana menjadi lebih cepat dan efektif.

Pengalaman pahit Katrina mengajarkan bahwa mitigasi banjir harus berbasis kolaborasi dan perencanaan menyeluruh ketimbang penanganan darurat ketika bencana terjadi.

—

Banjir adalah persoalan sistemik yang membutuhkan komitmen jangka panjang dengan solusi yang cukup kompleks dan membutuhkan waktu.

Pelajaran dari berbagai negara menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak bisa mengandalkan satu pendekatan saja.

Infrastruktur besar memang penting, tetapi tanpa perencanaan tata ruang yang benar, teknologi pemantauan, dan kesadaran masyarakat, semua upaya itu tidak akan berjalan optimal.

Di banyak negara, termasuk Jepang dan Singapura, fasilitas publik seperti terowongan pengalir banjir, stasiun pompa, hingga pusat komando bencana selalu dilengkapi mesin genset untuk memastikan seluruh sistem tetap berfungsi saat listrik padam akibat hujan ekstrem. 

Praktik ini penting karena alat pemantau banjir, pintu air otomatis, dan pompa drainase sangat bergantung pada suplai daya yang stabil. (*/Arm).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweetShare
Previous Post

Tanpa Drama, Milna Floss Tawarkan Olahan Rumahan Rendah Gula Garam untuk Si Kecil

Next Post

Konsistensi Pembinaan, ASB Pelangi Mandau Borong Juara Turnamen ASKOT PSSI Bontang 2025

Related Posts

Bontang Punya 5 Kelurahan Terbersih, Ternyata Loktuan Masuk dalam Daftar
WARTA

Bontang Punya 5 Kelurahan Terbersih, Ternyata Loktuan Masuk dalam Daftar

3 Tersangka Korupsi Mesin RPU Kutim Resmi Ditahan, Kerugian Mencapai Rp10 Miliar 
WARTA

3 Tersangka Korupsi Mesin RPU Kutim Resmi Ditahan, Kerugian Mencapai Rp10 Miliar 

BMKG: Waspada 14-16 Januari, Pasang Laut di Perairan Kaltim Diprediksi Capai 2,8 Meter
WARTA

BMKG Imbau Waspada, 5-7 Desember 2025 Pesisir Kaltim Pasang Laut Capai 2,9 Meter

Konsistensi Pembinaan, ASB Pelangi Mandau Borong Juara Turnamen ASKOT PSSI Bontang 2025
OLAHRAGA

Konsistensi Pembinaan, ASB Pelangi Mandau Borong Juara Turnamen ASKOT PSSI Bontang 2025

Tanpa Drama, Milna Floss Tawarkan Olahan Rumahan Rendah Gula Garam untuk Si Kecil
GAYA HIDUP

Tanpa Drama, Milna Floss Tawarkan Olahan Rumahan Rendah Gula Garam untuk Si Kecil

Dana Transfer Turun 37%, APBD Bontang 2026 Diproyeksi Rp 1,667 Triliun
WARTA

Dana Transfer Turun 37%, APBD Bontang 2026 Diproyeksi Rp 1,667 Triliun

Next Post
Konsistensi Pembinaan, ASB Pelangi Mandau Borong Juara Turnamen ASKOT PSSI Bontang 2025

Konsistensi Pembinaan, ASB Pelangi Mandau Borong Juara Turnamen ASKOT PSSI Bontang 2025

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-0512-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8801

8802

8803

8804

8805

8806

8807

8808

8809

8810

8811

8812

8813

8814

8815

8881

8882

8883

8884

8885

8886

8887

8888

8889

8890

8891

8892

8893

8894

8895

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8951

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

8821

8822

8823

8824

8825

8826

8827

8828

8829

8830

8831

8832

8833

8834

8835

8901

8902

8903

8904

8905

8906

8907

8908

8909

8910

8911

8912

8913

8914

8915

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

8021

8022

8023

8024

8025

8026

8027

8028

8029

8030

8841

8842

8843

8844

8845

8916

8917

8918

8919

8920

8921

8922

8923

8924

8925

8926

8927

8928

8929

8930

8971

8972

8973

8974

8975

8976

8977

8978

8979

8980

8981

8982

8983

8984

8985

9031

9032

9033

9034

9035

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8036

8037

8038

8039

8040

8846

8847

8848

8849

8850

8931

8932

8933

8934

8935

8936

8937

8938

8939

8940

8986

8987

8988

8989

8990

8991

8992

8993

8994

8995

8851

8852

8853

8854

8855

8856

8857

8858

8859

8860

8861

8862

8863

8864

8865

8866

8867

8868

8869

8870

8871

8872

8873

8874

8875

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

news-0512-mu