Dialektis.co – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestri (Bonles) membuat warga resah dan mendesak agar pemicu kejadian itu di usut tuntas.
Karhutla di wilayah itu dalam dua hari terakhir dinilai sangat mengkhawatirkan. Data yang dihimpun dalam dua hari terakhir saja sudah lebih dari 30 hektare luasan area yang hangus terbakar.
“Kalau itu pembakaran, pelakunya harus bertanggung jawab,” kata Muh Wawandi, salah seorang guru swasta di Bontang Lestari, Jumat (16/10) malam.
Ia menduga, kebakaran ini tidak terjadi secara alami. Mesti ada pemicu, ulah manusia hingga dengan cepat membesar, lantaran kondisi kemarau.
“Harus ditindak tegas. Warga tentu menunggu kabar penindakannya, tak hanya merusak hutan. Ini memperparah kabut asap, banyak orang yang dirugikan,” kesalnya.
Sementara, Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Wakapolres Kompol Awan Kurnianto memastikan jajarnya tidak tinggal diam atas kejadian ini.
Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Tim Satreskrim Polres Bontang bahkan telah melakukan pemetaan terhadap pihak-pihak yang dicurigai.
“Kami sudah petakan. Pekerja proyek dan warga akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Kami pastikan penegakan hukum berjalan,” ucap Kompol Awan.
Bahkan guna mempercepat proses penyelidikan, polisi turut menggandeng TNI serta petugas lainnya. Ini untuk memastikan penegakan hukum secara tegas.
“Kami pergunakan asas praduga tak bersalah. Kalau ada yang terbukti pasti akan diproses,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post