Dialektis.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan penanganan kasus suspek campak harus dilakukan dengan serius dan terencana. Untuk itu, Neni memerintahkan Dinas Kesehatan melakukan langkah mitigasi menyeluruh.
Kata dia, dari data 120 kasus campak mayoritas diantaranya telah dinyatakan sembuh. Meski begitu, ia menekankan langkah pencegahan penularan harus dilakukan.
Menurutnya penanganan penyakit campak sebenarnya cukup sederhana. Yakni melalui vaksinasi serta peningkatan kewaspadaan dari orang tua dan pola hidup sehat.
Baca juga: Kasus Campak Melonjak, Agus Haris Imbau Batasi Kontak Bayi Saat Lebaran
“Orang tua harus terus diedukasi. Bayi jangan mudah disentuh atau dicium sembarang orang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Neni meminta Dinkes juga memastikan anak yang tengah dirawat karena campak untuk mendapat suplemen vitamin A dengan dosis tinggi.
Kader posyandu diminta untuk diarahkan agar dapat menjangkau anak yang belum mendapatkan vaksin. Neni juga menegaskan Dinkes harus mendatangi seluruh PAUD.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahtiar Mabe, melalui Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Yusuf Lensa Hamdan mengakui adanya lonjakan kasus campak pada anak.
Baca juga: Komisi A Sorot Lonjakan Kasus Campak, Desak Dinkes Mitigasi Menyeluruh
Pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah suspek campak di Kota Bontang tercatat sebanyak 120 anak, atau mengalami penambahan 22 kasus yang lokasinya tersebar di sejumlah kelurahan.
“Data terbaru menunjukkan ada 120 kasus suspek campak. Paling banyak berada di Kelurahan Api-Api,” ungkap Yusuf.
Yusuf pun meyakinkan upaya pengobatan dan pencegahan penyebaran kasus campak ini tengah dilakukan secara masif di seluruh kelurahan. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 Kemudian join.








Discussion about this post