Dialektis.co – Meski dalam tekanan anggaran, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyatakan ingin melajutkan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pada APBD Perubahan 2026.
Hal itu ia sampaikan kepada wartawan saat meninjau langsung hasil pengerjaan tiga rumah RTLH di RT 29 dan RT 18 wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026).
Neni menyebut, jumlah penambahannya terbatas.
Ia memproyeksi, sekitar 10 unit rumah dengan total anggaran Rp500 juta. Prinsipnya, program ini terus berlanjut.
“Anggaran kita terbatas. Tapi ini jadi prioritas, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Terangnya, selain alokasi APBD Bontang.
Pihaknya juga tengah mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui APBN sekitar 300 unit rumah. Serta sekitar 80 unit dari APBD Provinsi Kalimantan Timur.
Namun, nilai bantuan dari pusat dan provinsi lebih kecil. Yakni sekitar Rp20 juta per unit, yang difokuskan untuk perbaikan atap, dinding, dan lantai.
“Masih proses verifikasi, kami terus komunikasi agar bisa diakomodasi,” tuturnya.
Sebelumnya dalam kunjungan lapangan itu, tampak Neni cukup puas dengan hasil pengerjaan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) daerah tersebut.
Noor Saibah salah satu penerima manfaat mengaku bersyukur, rumahnya termasuk yang diperbaiki.
“Alhamdulillah, sekarang rumah jadi lebih kokoh dan bagus,” ujarnya.
Baginya renovasi ini berdampak besar. Terutama saat air laut pasang.
Sebab pengerjaan termasuk menaikkan pondasi rumahnya. Sehingga rumahnya tidak lagi kemasukan air laut. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post