Dialektis.co – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Safaruddin menyatakan pihaknya telah mengantongi data deteksi dini terkait fenomena pelajar gemulai di sejumlah sekolah.
Meski menolak mempublis secara rinci data tersebut. Safaruddin mengakui, temuan lapangan cukup mengkhawatirkan.
“Termasuk adanya perilaku yang membutuhkan penanganan profesional,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Disdikbud pun telah menyiapkan program pembinaan. Yakni, Gerakan Keluarga Sakinah.
Program ini menekankan pendekatan holistik. Dengan melibatkan sekolah, guru, orang tua, dan konselor. Orang tua akan turut diberi edukasi. Agar mampu memahami pola asuh yang tepat.
Baca juga: Wali Kota Neni Tegaskan Jangan Normalisasi Siswa Melambai, Mental Health
Pasalnya, keluarga merupakan lingkungan utama pembentuk karakter. Sehingga harus diperkuat, agar selaras dengan pembinaan di sekolah.
Selain itu, masih kata Safaruddin. Saat ini peran guru bimbingan konseling (BK) sangat penting sebagai pendampingan awal. Sebelum ditangani oleh tenaga ahli.
Safruddin pun berharap seluruh pihak dapat memahami langkah yang akan dilakukan.
Menurutnya, isu pelajar melambai bukan sekadar permasalahan individu. Tapi sudah jadi tanggung jawab bersama, untuk menjaga generasi penerus.
“Kita upayakan hadirkan pendampingan psikologis yang tepat,” tuturnya.
Terpisah sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta Disdikbud untuk menyusun langkah pembinaan terhadap siswa-siswa yang bergaya tidak sesuai gender.
Neni mengatakan, fenomena ini acap kali dinormalisasi oleh masyarakat Bontang. Bahkan disambut dengan meriah ketika hadir di suatu event.
“Kemarin pas lomba Duta Genre saya liat rata-rata yang tampil laki-laki itu. Tapi kok bergaya gemulai,” sebutnya.
Ia pun mengkhawatirkan terjadinya krisis identitas kepada para generasi muda Kota Bontang.
“Saya sudah minta Kadisdikbud untuk melakukan tindakan segera dengan pembinaan atau semacamnya,” jelasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post