Dialektis.co – SMP Negeri 2 Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dengan menyiapkan kuota khusus bagi siswa berkebutuhan khusus pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah menargetkan menerima sebanyak 16 murid inklusi yang nantinya akan tersebar di seluruh rombongan belajar (rombel).
Setiap kelas direncanakan menampung dua siswa inklusi agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Bontang, Jumadi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak.
“Tahun ini kami menyiapkan total 16 murid inklusi. Nantinya setiap kelas akan diisi dua siswa inklusi,” ujarnya kepada media ini, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, sistem pembagian tersebut dilakukan agar para siswa berkebutuhan khusus dapat memperoleh pendampingan dan perhatian yang lebih maksimal selama proses belajar berlangsung.
Ia menjelaskan, pendidikan inklusif bukan hanya soal menerima siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan mereka.
“Kami ingin anak-anak inklusi bisa belajar bersama teman-temannya dengan suasana yang mendukung,” katanya.
Selain itu, keberadaan siswa inklusi di kelas reguler juga dinilai mampu membangun sikap empati, toleransi, dan kepedulian sosial di kalangan peserta didik lainnya.
Jumadi mengatakan pihak sekolah terus berupaya menyesuaikan pola pembelajaran agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan belajar sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, guru juga diberikan pemahaman terkait pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa inklusi.
“Kami berusaha agar semua siswa merasa diterima dan mendapatkan hak pendidikan yang sama,” jelasnya.
SMPN 2 Bontang berharap pelaksanaan pendidikan inklusif dapat berjalan semakin baik serta mendapat dukungan penuh dari orang tua maupun masyarakat sekitar sekolah. (*).









Discussion about this post