Dialektis.co – Upaya menekan angka stunting di Kota Bontang terus diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan kolaborasi menjadi kunci utama untuk mencapai target penurunan stunting, bahkan menuju nol persen.
Baca juga: Tak Mau Ada Kasus Baru, Dinkes Bontang Kawal Ibu Hamil hingga Calon Pengantin
“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Perlu dukungan perusahaan, LSM, media, hingga masyarakat. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, potensi Bontang untuk terbebas dari stunting cukup besar. Salah satu strategi utama adalah memastikan tidak ada lagi kasus baru yang muncul, sembari terus menangani kasus yang sudah ada.
“Stunting itu ada masanya. Setelah usia 5 tahun, anak akan keluar dari kategori. Kuncinya jangan ada kasus baru lagi,” jelasnya.
Baca juga: Stunting Tak Kenal Wilayah, Dinkes Bontang: Semua Warga Wajib Waspada
Dalam upaya tersebut, peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dinilai sangat penting, terutama dalam membantu pemenuhan gizi masyarakat. Selain itu, media dan LSM juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh dan pentingnya gizi seimbang.
Dinkes juga terus memperkuat sistem evaluasi melalui pemantauan rutin berat dan tinggi badan balita setiap bulan. Langkah ini dilakukan agar setiap potensi gangguan pertumbuhan dapat segera terdeteksi dan ditangani.
Bahtiar menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat, khususnya orang tua, menjadi faktor penentu keberhasilan. Ia mengimbau agar orang tua rutin membawa anak ke Posyandu untuk memastikan tumbuh kembangnya terpantau.
Baca juga: Kehadiran Orang Tua di Posyandu Baru 75 – 80 Persen, Deteksi Dini Stunting di Bontang Terkendala
“Kalau masyarakat aktif dan semua pihak terlibat, kita optimistis penanganan stunting akan lebih efektif,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh warga Bontang untuk menjadikan upaya penanganan stunting sebagai gerakan bersama demi masa depan generasi mendatang.
“Kalau kita kompak, target penurunan hingga nol persen bukan hal mustahil. Ini demi anak-anak kita dan masa depan Bontang,” pungkasnya. (*/Adv).
Baca juga: Kejar Target 12,5 Persen, Dinkes Bontang Fokus Cegah Stunting dari Hulu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post