Dialektis.co – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abu Safa Muha mengingatkan sekolah negeri untuk tidak memberlakukan Bimbingan Belajar (Bimbel) berbayar.
Abdu Safa meminta sekolah untuk lebih memanfaatkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dalam melaksanakan program tambahan belajar di luar jam sekolah.
“Kemampuan masyarakat tidak sama. Sebaiknya gunakan dana Bosda, jangan bebankan kepada wali murid,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait kabar biaya Bimbel dari sejumlah komite sekolah.
Pemberlakuan biaya Bimbel di sekolah dinilai sangat bertentangan dengan semangat Pemerintah Kota Bontang.
Terlebih kata Abdu Safa tugas peningkatan kemampuan akademik siswa memang tugas sekolah. Bagaimana melaksanakan tambahan waktu, atau memaksimalkan jam belajar yang ada.
Sementara terkait kabar adanya pemberlakukan biaya Bimbel untuk pelajar kelas 6 di salah satu SDN yang ramai jadi sorotan di sosial media. Abdu Safa mengaku telah menelusurinya.
Hasilnya ditemukan, tambahan jam belajar itu diusulkan oleh wali murid melalui komite sekolah.
Meski demikian, Abdu Safa menegaskan penarikan biaya seharusnya dapat dibicarakan secara baik-baik dengan wali murid. Terutama bagi mereka yang merasa keberatan.
“Memang usulannya dari komite sekolah. Tapi bagaimanapun harus ada solusi, dan aspirasi wali murid yang protes harus ditampung,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post