Dialektis.co – Penjualan produk lokal di UMKM Center Bontang menunjukkan performa impresif. Dalam sehari, jumlah produk yang terjual bisa menembus hingga 100 item.
Meski tidak selalu terlihat ramai pengunjung secara langsung, aktivitas transaksi di pusat oleh-oleh ini tetap tinggi. Penjualan banyak ditopang melalui sistem daring (online) serta pesanan instan.
Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP Bontang, Agus Arianto, menyebut rata-rata produk yang keluar setiap hari berkisar antara 50 hingga 100 item.
“Kalau dirata-ratakan, dalam satu hari itu bisa keluar antara 50 sampai 100 produk. Mulai dari makanan sampai kerajinan tangan,” ujarnya.
Baca juga: DKUMPP Rancang Kegiatan untuk Ramaikan UMKM Center Parikesit
Menariknya, tren minat konsumen saat ini mulai bergeser. Produk kerajinan dan aksesoris justru menjadi primadona dibandingkan produk makanan.
Beberapa item yang paling diminati di antaranya tas handphone, tas jinjing, dompet, hingga aksesoris jilbab seperti bros.
Menurut Agus, strategi promosi menjadi faktor penting dalam mendongkrak penjualan, khususnya untuk produk kerajinan.
“Pernah kami beri diskon sampai 50 persen. Tidak sampai satu jam, produk kerajinan langsung habis terjual,” katanya.
Selain melayani pembeli individu, UMKM Center juga menjadi rujukan perusahaan di Bontang untuk kebutuhan suvenir atau buah tangan bagi tamu resmi.
Keunggulan lainnya, harga produk yang dijual tetap sama dengan harga di tingkat produsen. Pemerintah tidak mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.
“Kami hanya memfasilitasi agar produk UMKM terkumpul di satu tempat, sehingga memudahkan pembeli, terutama dari perusahaan,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post