Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

PWI Bontang: Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama Pers di Era Disrupsi Digital

Redaksi by Redaksi
February 9, 2026
PWI Bontang: Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama Pers di Era Disrupsi Digital

Ketua PWI Kota Bontang, Suriadi Said (Foto/dok.pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co, Bontang — Di tengah gelombang disrupsi digital yang terus menggerus industri media, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menegaskan satu hal yang tidak boleh ditawar oleh insan pers: kepercayaan publik.

Kepercayaan itu, menurutnya, hanya bisa dijaga melalui etika dan profesionalisme jurnalistik yang konsisten. Tanpa keduanya, pers akan kehilangan legitimasi di mata masyarakat.

“Yang paling penting itu menjaga kepercayaan. Bagaimana agar masyarakat percaya kepada pers. Profesionalisme dan etika harus benar-benar dijaga. Kalau tidak, orang tidak akan percaya lagi pada pers,” ujarnya saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan persaingan dengan media sosial, kepercayaan publik justru menjadi modal utama yang membedakan pers profesional dengan platform lain.

Namun, tantangan pers saat ini tidak hanya soal etika. Pria yang akrab disapa Isur itu menyebut persoalan bisnis media sebagai ujian paling berat yang sedang dihadapi industri pers.

Perpindahan belanja iklan ke media sosial menyebabkan pendapatan perusahaan pers menurun drastis. Dampaknya, banyak perusahaan media terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk bertahan.

“Iklan kan pindah ke media sosial. Akibatnya, perusahaan pers mengalami penurunan pendapatan. Dengan dana yang semakin kecil itu, banyak yang akhirnya melakukan PHK,” jelasnya.

Kondisi tersebut berimbas langsung pada kualitas produk jurnalistik. Dengan anggaran yang terbatas, perusahaan pers kesulitan memproduksi liputan mendalam dan program jurnalistik berkualitas yang membutuhkan biaya besar. Daya produksi menurun, dan ruang untuk jurnalisme investigatif semakin sempit.

Di sisi lain, Isur juga menyoroti dominasi media sosial yang lebih mengutamakan kecepatan, hiburan, dan sensasi, sering kali tanpa proses verifikasi yang memadai. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi media arus utama yang tetap berpegang pada prinsip akurasi dan keberimbangan.

Menurutnya, dalam kondisi masyarakat yang mengalami kelelahan ekonomi dan politik, konten hiburan berbasis sensasi justru lebih diminati. Kebutuhan tersebut banyak dipenuhi oleh media sosial, bukan media mainstream.

“Hiburannya itu sensasi-sensasi. Dan itu dilayani oleh media sosial, bukan media arus utama. Ini tantangan tersendiri bagi pers,” tegasnya.

Lebih jauh, Isur menilai orientasi sebagian insan pers kini cenderung bergeser. Dari yang sebelumnya kuat mengawal idealisme dan berperan sebagai pilar pendidikan publik, pers kini semakin terdorong untuk bertahan secara ekonomi di tengah tekanan industri.

Selain tantangan ekonomi, ia juga menyinggung persoalan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di ruang digital. Sejumlah regulasi dinilai berpotensi menghambat praktik jurnalisme, terutama pasal-pasal bermasalah dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru serta rencana revisi Undang-Undang Penyiaran yang dikhawatirkan membatasi kerja jurnalistik investigatif.

Kebijakan di ranah digital, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5, juga disebut memperkuat kendali negara terhadap ekspresi daring. Kondisi ini menambah beban pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen.

Di tengah tekanan ekonomi, perubahan lanskap media, dan tantangan regulasi, Isur menegaskan bahwa pers tidak boleh kehilangan jati diri. Etika, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik harus tetap menjadi kompas utama.

“Kalau pers ingin tetap dipercaya, maka etika dan profesionalisme tidak boleh dikorbankan, apa pun tantangannya,” pungkasnya. (RIL).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabun saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Bontang
ShareTweet
Previous Post

AKBP Fauzan: Mayoritas Penyebab Kecelakaan adalah Kelalaian Pengendara, Imbau Tertib

Next Post

Ubayya Paparkan Tantangan Fiskal, Kontribusi PAD pada APBD Baru 15 persen

Related Posts

Pro Kontra Tarif Fasilitas Pemerintah, AH: Perda Bukan Barang Suci, Tak Boleh Memberatkan
WARTA

Pro Kontra Tarif Fasilitas Pemerintah, AH: Perda Bukan Barang Suci, Tak Boleh Memberatkan

Loker Tak Seimbang Jumlah Pencaker, Disnaker Bontang Giatkan Pelatihan & Pemagangan
WARTA

Loker Tak Seimbang Jumlah Pencaker, Disnaker Bontang Giatkan Pelatihan & Pemagangan

Sepanjang 2025, Jumlah Pencari Kerja di Bontang Tembus 10.708 Orang
WARTA

Sepanjang 2025, Jumlah Pencari Kerja di Bontang Tembus 10.708 Orang

Pelaku Investasi Bodong UMKM Berkedok Trading di Bontang Resmi Ditahan
WARTA

Pelaku Investasi Bodong UMKM Berkedok Trading di Bontang Resmi Ditahan

Minat Pekerja TA di Bontang Tinggi, 1.318 Pelamar Masuk Selama Januari 2026
WARTA

Minat Pekerja TA di Bontang Tinggi, 1.318 Pelamar Masuk Selama Januari 2026

Truk Full Muatan Amblas di Desa Suka Rahmat, Arus Lalu Lintas Terganggu
WARTA

Truk Full Muatan Amblas di Desa Suka Rahmat, Arus Lalu Lintas Terganggu

Next Post
Ubayya Paparkan Tantangan Fiskal, Kontribusi PAD pada APBD Baru 15 persen

Ubayya Paparkan Tantangan Fiskal, Kontribusi PAD pada APBD Baru 15 persen

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

news-1701