Dialektis.co – Suasana sore bulan suci Ramadan di sudut-sudut pemukiman Kelurahan Loktuan, Kota Bontang mulai berubah. Jalanan yang biasanya lengang perlahan dipenuhi lapak sederhana.
Tanpa komando warga seolah kompak keluar rumah mencari menu berbuka (takjil) atau sekadar membuang waktu menunggu adzan magrib berkumandang.
Di sisi lain, ratusan pedagang jajanan takjil dadakan tumbuh. Senyum optimis mereka begitu terasa, ekonomi warga bergerak.
“Iya, coba-coba jualan ini. Mudahan berkah jual es campur ke orang yang berpuasa. Dapat uang juga,” kata Dwi, salah seorang pedagang di pingir jalan RE Martadinata, Kamis (19/2/2026).
Tak hanya pedagang di emperan jalan. Aroma gorengan hangat, kolak manis, hingga aneka minuman segar juga begitu menggoda di lapangan depan kantor Kelurahan Loktuan.
Tahun ini pemerintah setempat menyulap lahan eks pasar itu menjadi Bazar Ramadan. Di lokasi ini, para pedagang musiman difasilitasi. Warga diberi ruang.
Terlihat pasar takjil bukan sekadar tempat jual beli. Melainkan ruang perjumpaan, harapan, dan perputaran rezeki warga.
Tari (32), salah satu warga mengaku senang dengan adanya Bazar Ramadan ini. Ini sekaligus jadi tempat bertegur sapa dengan tetangga dan kawan lama di tengah masih minimnya ruang terbuka di wilayah tersebut.
“Beli risol mayo saja tadi. Masak juga sebenarnya di rumah, sengaja ke sini sambil ketemu-ketemu teman lama,” ucapnya sembari tersenyum. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.






Discussion about this post