Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Heboh Iuran Listrik di SMAN 1 Bontang, Kepsek: Dana Bantuan Pemerintah Berkurang

Redaksi by Redaksi
November 15, 2024
Heboh Iuran Listrik di SMAN 1 Bontang, Kepsek: Dana Bantuan Pemerintah Berkurang

Gedung SMA Negeri 1 Bontang

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Adanya penerapan iuran listrik di SMA Negeri 1 Bontang, senilai Rp 20 ribu per bulan, menarik perhatian publik.

Hal itu mencuat, setelah dikeluhkan salah satu wali murid di sosial media.

Iuran listrik ini dipertanyakan. Terlebih status SMA Negeri 1 ialah sekolah negeri, bukan swasta.

Wali murid yang tak ingin disebutkan namanya itu menilai, idealnya saat ini sekolah negeri tak ada tarikan biaya yang dibebankan ke siswa.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1, Sumariyah membenarkan adanya iuran listrik yang dibebankan kepada siswa.

Kata Sumariyah, pemberlakuan iuran ini terpaksa diberlakukan. Sebab, biaya operasional sekolah membengkak. Sementara bantuan pemerintah justru berkurang.

Dijelaskannya, sejak Undang-Undang 23 tentang pemerintah daerah, kewenangan SMA/SMK dan SLB diambil alih provinsi, membuat bantuan dana operasional untuk SMA Negeri 1 Bontang menyusut.

Akibat penerapan regulasi ini. SMA Negeri 1 Bontang, kata dia kehilangan subsidi Rp 2 juta per-siswa per tahunnya. Sebab, tidak dapat bantuan dari pemerintah kota lagi.

“Jadi ada kehilangan dana sekitar Rp 1,6 miliar lebih, dari tahun 2017 sampai sekarang,” jelasnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/11/2024).

Sebelum, Undang-Undang 23 diterpakan. SMA Negeri 1 Bontang,.memiliki 3 sumber pendanaan. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Dana yang diberikan provinsi, yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu, namun dari pusat tetap ada, tapi kecil. Jadi ada pengurangan dana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumariyah menjelaskan pada saat pandemi Covid-19 di tahun 2021-2022 pihak sekolah tak mengalami kendala. Lantaran berkurangnya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Masalah mulai dirasakan saat pembelajaran tatap muka mulai diaktifkan lagi. Pelajar banyak mengeluhkan terasa panas saat proses belajar di kelas. Sementara dana operasional sekolah sangat terbatas.

Sebab itu, pihak sekolah melalui komite sekolah berinisiatif memberlakulan iuran Rp 20 ribu per-bulan per siswa. Dana itu digunakan untuk perbaikan AC ruang kelas, dan bayar listrik bulanan.

Sumariyah menegaskan penerapan iuran ini melalui rapat bersama orang tua siswa, bukan asal-asalan. Selain itu, uang iuran ini murni dikelolah oleh komite sekolah, dan juga digunakan untuk membantu semua kegiatan siswa.

“Digunakan untuk kenyamanan saat proses belajar, mengajar. Pengunaan AC di seluruh ruangan kelas, ditambah 2 kipas angin,” ujarrnya.

Dirincikan penarikan iuran Rp 20 ribu diterapkan untuk siswa kelas 1 dan 2. Sementara kelas 3 Rp 200 ribu setahun.

Terkait biaya operasional listrik sebelum menggunakan AC. Kata Sumariyah, pihak sekolah hanya membayar sebesar Rp 9 juta.

Namun setelah menggunakan AC, biaya operasional sekolah pun membengkak sebesar Rp 19 juta. Kendatipun biaya listrik telah dianggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) sekolah sebesar Rp 12 juta.

“Artinya sekolah SMA Negeri 1 dengan luasan seperti ini, dana yang diperlukan sangat kurang. Biaya minimal untuk SMA sebesar Rp 5 juta. Sedangkan kami di tahun 2017-2018 sebesar Rp 2.400.000, artinya enggak mencapai 50 persen,” ungkapnya.

Lebih jauh, Sumariyah mengungkapkan sebenarnya di UU Sisdiknas tentang sistem pendidikan nasional disitu dijelaskan wajib belajar bukan 12 tahun, tetapi 9 tahun.

Namun, bila pemerintah mengambil kebijakan wajib belajar 12 tahun. Maka, pemerintah daerah wajib membiayai seluruh pendidikan.

“Nah, kami sekarang ini terapkan wajib belajar 12 tahun. Tetapi, terpenuhi enggak biaya pendidikan. Belum mencapai 50 persen dari standar biaya nasional,” ungkapnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co di WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bontang
ShareTweet
Previous Post

Badak LNG Luncurkan Program Wellness “HeyJoJo – Healthy & Joyful Journey” untuk Perwira

Next Post

Bawaslu Bontang Rekomendasi Bapperida Segera Evaluasi TAPPD, Terafiliasi Tim Paslon

Related Posts

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran
WARTA

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang
EKBIS

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung
WARTA

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
WARTA

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian
WARTA

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus
WARTA

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Next Post
Sebulan Kampanye, Bawaslu Bontang: Nyaris Tak Ada Pelanggaran, Neni-Agus Paling Aktif  

Bawaslu Bontang Rekomendasi Bapperida Segera Evaluasi TAPPD, Terafiliasi Tim Paslon

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.