Dialektis.co – Di tengah warga Kalimantan Timur (Kaltim), menghadapi dampak asap kebakaran hutan dan lahan. Foto Gubernur Rudy Mas’ud, diduga berada di Singapura kembali jadi sorotan di media sosial.
Menanggapi itu, Pemerintah Provinsi Kaltim cepat-cepat memberikan klarifikasi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi yang menyebut gubernut menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.
Selain itu, pemprov menyebut perjalanan itu menggunakan dana pribadi. Namun, pertanyaan tentang prioritas kepemimpinan dan tanggung jawab publik terlanjur mengemuka.
“Benar, bapak medical check-up di Singapura. Biaya pakai dana pribadi, bukan APBD,” kata Ririn, dikutip Kaltim Today, Senin (12/10/2026).
Kata Ririn, Rudy menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mount Elizabeth Hospital, Singapura.
Perjalanan itu sengaja dijadwalkan pada akhir pekan, agar tidak mengganggu agenda pemerintahan dan pelayanan publik.
Bahkan Ririn memastikan perjalanan itu telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Permohonan tertulis juga disampaikan setelahnya.
Ririn juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf. Jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan, kekecewaan, atau persepsi yang kurang berkenan,” kata Ririn.
Sementara, kepada detikcom, Ririn mengungkap pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan kesehatan rutin.
“Medical check–up rutin sih,” ujarnya.
Kabut Asap Perlu Penanganan Ekstra
Harus diakui, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di Kalimantan Timur.
Di sejumlah wilayah, kualitas udara memburuk dan risiko kesehatan masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Terlebih pemerintah daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat luas kumulatif area terbakar mencapai sekitar 8.559,61 hektare hingga 12 Oktober 2026. Dalam laporan yang sama, tercatat 2.125 firespot kumulatif.
Sehari sebelumnya, laporan BPBD mencatat kualitas udara PM2,5 berada dalam kategori tidak sehat.
Sementara itu, Pemprov Kaltim melaporkan sekitar 13.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 27 Juli hingga 15 September 2026. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post