Dialektis.co – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mengubah strategi pengembangan UMKM tahun ini. Bukan lagi fokus utama ke pelaku usaha, melainkan meningkatkan kualitas SDM para pembina.
Langkah ini diambil setelah evaluasi program sebelumnya menunjukkan bahwa pelatihan bagi pelaku UMKM sudah cukup masif, namun kapasitas aparatur pendamping belum diperkuat secara optimal.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin, melalui Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda, Agus Arianto, menyebut peningkatan kompetensi pembina menjadi kunci agar pendampingan lebih efektif.
“SDM aparaturnya kita tingkatkan dulu. Karena mereka ini pembina, ilmunya harus lebih tinggi dari yang dibina. Jangan sampai ketika pelaku UMKM bertanya, pembinanya justru bingung,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ini penting agar pembina mampu memberikan solusi konkret, terutama dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompleks.
Fokus peningkatan kapasitas akan menyasar pegawai di bidang usaha, khususnya yang menangani pemasaran. Mereka akan dibekali pemahaman yang lebih mendalam agar mampu mengarahkan pelaku UMKM naik kelas
Berbeda dari tahun sebelumnya, DKUMPP kini mengubah pola pelatihan.
Jika sebelumnya kegiatan banyak dilakukan di luar daerah, tahun ini pelatihan dipusatkan di Bontang dengan menghadirkan narasumber dari luar
“Sekarang kita datangkan instruktur ke Bontang. Ini lebih efektif dan bisa menjangkau lebih banyak aparatur yang ikut pelatihan,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post