Dialektis.co – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang terus mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Terbaru, program jemput bola bakal menyasar warung makan hingga kantin sekolah.
Saat ini, capaian sertifikasi halal produk UMKM di Bontang telah mendekati 60 persen. Namun, angka tersebut belum merata di semua sektor usaha.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin, melalui Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda, Agus Arianto, mengungkapkan untuk produk olahan kemasan seperti makanan ringan, progresnya sudah jauh lebih tinggi.
“Kalau produk perorangan seperti pempek, keripik, atau snack yang masuk swalayan, itu sudah hampir 90 persen bersertifikat halal,” ujarnya.
Baca juga: Sertifikasi Halal UMK di Bontang Dibuka, 100 Persen Gratis Pendampingan
Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada sektor kuliner siap saji seperti warung makan, rumah makan, hingga kantin sekolah.
Pasalnya, jenis usaha ini memiliki banyak variasi menu dengan bahan baku yang berbeda-beda, sehingga proses sertifikasi menjadi lebih kompleks.
Untuk mengejar target nasional sebesar 70 hingga 80 persen dalam beberapa tahun ke depan, DKUMPP akan menerapkan strategi jemput bola.
Langkah tersebut dilakukan dengan menggandeng lintas instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga Dinas Pendidikan.
“Kami akan petakan warung dan kantin yang bisa kita dampingi untuk sertifikasi halal,” katanya.
Agus menjelaskan, sertifikasi pada warung makan membutuhkan perhatian lebih, terutama pada bahan baku seperti daging.
Selain memastikan kehalalan bahan, proses penyembelihan juga harus sesuai standar halal yang berlaku.
“Kalau olahan laut relatif aman. Tapi kalau daging sapi atau ayam, tempat penyembelihannya juga harus dipastikan halal. Ini yang akan kami bantu dampingi,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post