Dialektis.co, Sangatta – Arus teknologi yang berkembang cepat membuat kehidupan remaja semakin dinamis. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih sigap dalam melakukan pembinaan, sekaligus memastikan generasi muda tetap memiliki arah yang jelas dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.
Tanpa ruang yang positif, perkembangan digital bisa membawa remaja menuju risiko yang sulit dikendalikan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran besar dalam menyediakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, perubahan perilaku generasi muda sangat cepat dan tidak bisa lagi dihadapi dengan pola pembinaan tradisional.
“Sekarang anak-anak hidup dalam dunia yang berbeda dengan kita dulu. Informasi bergerak cepat, akses internet tanpa batas. Karena itu, kita harus memastikan mereka punya ruang positif untuk berkembang,” jelas Basuki saat ditemui di Hotel Royal Viktoria, Sangatta, Kamis (27/11/2025).
Ia menekankan bahwa salah satu strategi paling efektif untuk mencegah perilaku negatif adalah memberikan aktivitas yang bermanfaat dan terarah.
“Salah satu strategi pencegahan terhadap perilaku negatif adalah dengan memastikan generasi muda memiliki kesibukan dan aktivitas yang bermanfaat,” ujarnya.
Basuki menambahkan, ketika remaja aktif dalam kegiatan yang produktif, peluang mereka untuk terlibat dalam tindakan berisiko menjadi jauh lebih kecil. Ia mencontohkan beberapa persoalan yang muncul akibat kurangnya ruang aman dan kurangnya pengawasan terhadap waktu luang anak.
“Kita harus menciptakan ruang. Kalau anak-anak sibuk dengan kegiatan positif, mereka tidak sempat untuk hal-hal yang merugikan seperti narkoba, judi online, atau aktivitas lain yang tidak baik,” tegasnya.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak boleh terfokus hanya pada wilayah perkotaan. Daerah kecamatan juga membutuhkan perhatian dan fasilitas agar seluruh remaja Kutim memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Pemerataan ini menjadi penting mengingat banyaknya potensi pemuda di tingkat desa maupun kecamatan.
“Fokus kita tidak hanya di daerah perkotaan ya, pembinaan generasi muda bukan hanya kewajiban, tetapi investasi jangka panjang bagi kita semua,” sambung Basuki.
Ia menilai, energi dan kreativitas anak muda harus diarahkan sejak sekarang agar tidak terbuang sia-sia. Pemerintah daerah disebut perlu memperbanyak program yang memberi peluang remaja untuk menyalurkan bakat serta minat mereka, baik di bidang olahraga, seni, maupun kegiatan sosial.
“Kalau generasi muda kuat dan terarah, masa depan kita juga akan lebih baik,” tutupnya.(adv)








Discussion about this post