Dialektis.co – Meski anggaran APBD Bontang 2026 diproyeksi bakal anjlok di angka Rp 1,667 triliun turun dari tahun sebelumnya Rp 2,678 triliun. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni optimis program pembangunan akan tetap berjalan maksimal.
“Setiap rupiah dalam APBD 2026 harus memberikan dampak nyata. Ini komitmen kami,” tegas Neni dalam Paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda APBD TA 2026, Sabtu malam (29/11/2025).
Alokasi anggaran tetapmenyasar 20 persen untuk pendidikan, infrastruktur 40 persen, kesehatan, pengentasan kemiskinan dan pemenuhan seluruh indikator standar pelayanan minimal (SPM).
Neni mengungkap, penyusunan APBD tahun 2026 menghadapi tantangan berat akibat penyesuaian fiskal nasional dan penurunan signifikan dana transfer pusat.
Penurunan dana transfer hingga 37,76 persen sangat memengaruhi kemampuan fiskal kota.
“Ketergantungan kita terhadap dana pusat mencapai 85 persen, sehingga penyesuaian menjadi keniscayaan,” ungkapnya.
Kata dia, penurunan ketersedian anggaran ini mengharuskan pemerintah melakukan rasionalisasi belanja secara ketat. Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap menjaga prioritas pelayanan dasar.
“Rasionalisasi dilakukan tanpa mengurangi pelayanan dasar, enam SPM, dan pelayanan publik esensial. Kami pastikan efisiensi tidak mengurangi hak masyarakat,” tegas Wali Kota.
Lebih jau, Neni menyatakan strategi pemerintah tetap diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Hal itu termasuk memperkuat kemandirian fiskal, efisiensi belanja, serta meningkatkan kualitas perencanaan.
Dalam kesempatan itu, Neni turut memberikan apresiasi kepada DPRD yang telah bekerja keras bersama pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD. Sinergi ini menjadi kunci dalam memastikan APBD 2026 tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ucapnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post