Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Cerita Mantan Pekerja Toko Bangunan Soal Modus “Segitiga”, Bikin Trauma

Redaksi by Redaksi
January 23, 2026
Cerita Mantan Pekerja Toko Bangunan Soal Modus “Segitiga”, Bikin Trauma

Ilustrasi Prodksi AI Gemini

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Kasus penipuan modus “segitiga” yang menyasar pemilik rumah yang tengah melakukan renovasi bangunan di Kota Bontang, ternyata juga menjadi momok menakutkan bagi para pengusaha dan karyawan toko material.

Setelah kisah FTO dan W selaku korban mencuat. Eva, seorang mantan karyawan toko bangunan daerah KM 3 Bontang turut angkat suara.

Ia certikan pengalaman pahitnya, selama bekerja di industri itu sejak 2021 hingga akhir 2025 kemarin. Menegaskan kasu itu nyata terjadi dan berharap tidak terus berulang.

Polanya Sama dan Terus Berulang

Baca juga: Waspada Modus “Segitiga” di Bontang: Barang Sampai Rumah, Tapi Uang Melayang

Usai membaca pemberitaan di media ini sebelumnya. Eva mengaku terkejut karena polanya sangat identik. Menurutnya, modus ini sudah menemui pola dan terus berkembang.

“Wah, ternyata sama banget kisahnya sama yang saya alami waktu kerja di toko material. Intinya modus penipu sekarang banyak banget taktiknya. Tergiur harga miring di sosmed malah kena sial,” ujarnya kepada redaksi.

Eva menduga bahwa pelaku yang beraksi merupakan orang yang sama. Atau kelompok yang menggunakan sekenario penipuan yang sama.

Kasus ini, tidak hanya merugikan pembeli. Tapi juga menghancurkan piring nasi karyawan toko. Eva, menceritakan pengalamannya menangani pesanan senilai Rp15 juta yang berujung sial.

“Aku resign karena dikatain enggak bertanggung jawab. Karena dianggap ‘kasih barang sembarangan’, padahal bos sendiri yang menyuruh layani tiap pesanan,” curhat Eva.

Wanita muda itu mengaku modus penipuan “segitiga” ini sudah lama berlangsung, namun belakangan makin marak. Selama bekerja perasaan curiga selalu muncul, saat masuk pesanan melalui telpon.

Dari pengalamanya, Eva menilai setidaknya ada tiga ciri penipuan ini. Pertama, harga yang tidak masuk akal. Pelaku cendrung memasang harga material jauh lebih murah daripada harga pasar offline, saat memasang promosinya.

Baca juga: Masih Soal Modus “Segitiga” di Bontang, Kali Ini Korban COD Bata Merah Rugi Rp6 Juta

Selanjutnya membolehkan korban untuk memberikan uang muka dengan nominal kecil. Meski nilai belanjanya puluhan juta. Asalkan ada uang yang masuk ke kantong mereka.

“Memaksa transfer. Penipu akan terus mengejar dan memaksa korban segera bayar dengan alasan agar barang cepat dikirim. Kalau sudah begitu, fix penipuan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pembeli harus sempatkan diri datang langsung ke toko. Lebih baik belanja langsung, cek barangnya, atau minimal telepon nomor resmi owner-nya.

“Jangan lupa cek nomor telepon penjual di aplikasi seperti GetContact. Kalau sudah ada tag penipu, langsung blokir aja,” tegasnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Bontang
ShareTweet
Previous Post

Masih Soal Modus “Segitiga” di Bontang, Kali Ini Korban COD Bata Merah Rugi Rp6 Juta

Next Post

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur: Siapa Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Related Posts

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran
WARTA

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang
EKBIS

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung
WARTA

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
WARTA

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian
WARTA

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus
WARTA

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Next Post
Dolar Naik, Rupiah Tersungkur: Siapa Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur: Siapa Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.