Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Cerita Bakhtiar Wakkang Usai Divaksin Covid-19, Lega Meski Takut Jarum Suntik

Redaksi by Redaksi
March 2, 2021
Cerita Bakhtiar Wakkang Usai Divaksin Covid-19, Lega Meski Takut Jarum Suntik

Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang (Foto/Mira)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Anggota DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menceritakan pengalamannya usai turut serta dalam vaksinasi Covid-19 tahap ke dua di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (02/03/2021).

Kepada awak media, BW -sapaan akrabnya mengaku merasa lega meski memiliki perasaan takut atau phobia terhadap jarum suntik. Bahkan politisi NasDem itu sempat ingin meminta agar disuntik di bagian pinggul saja.

“Dari tadi saya berusaha rileks, menenangkan diri. Karena baru lihat jarumnya saya sudah ngilu, saya juga sempat istighfar tadi,” ujarnya sembari tertawa.

Namun, kata dia, sebagai anggota DPRD sudah sepatutnya menjadi contoh bagi masyarakat. Bahwa vaksinasi Covid-19 tidak berbahaya divaksin dan aman digunakan.

Alasan tanggung jawab jabatan itulah yang memaksa ia melawan rasa takut yang dimilikinya sejak lama tersebut.

“Untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa vaksin itu aman,” tuturnya.

Baca juga: Anggota DPRD Bontang Mulai Divaksinasi Covid-19

Lebih jauh, BW menyampaikan rasa takut di awal yang ia rasakan seketika menghilang usai prosesi penyuntikan vaksin usai.

“Tidak sesakit yang dibayangkan. Jadi, tidak perlu takut yah,” pesannya.

Sekedar diketahui, sebelum disuntik vaksin. Seluruh penerima vaksin harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Yakni, melalui mengukur tensi dalam darah, kadar gula darah dan oksigen.

Tekanan darah tidak lebih dari 180/100, kadar oksigen dalam diri tidak tidak berada pada angka 98 dan 80-120 mg/dL.

Namun, syarat tersebut tidak baku. Walaupun, kondisi semuanya normal jika calon penerima vaksin merasakan pusing dan keluhan lainnya maka akan dilakukan observasi lebih lanjut.

Khusu untuk penyintas Covid-19, baru bisa mengikuti vaksinasi setelah sembuh selama 3 bulan. (Mir/Yud).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bakhtiar WakkangBontangdprd bontangkaltim
ShareTweet
Previous Post

Belakang Hotel Grand Mutiara Dinilai Rawan Longsor, Komisi III Jadwalkan RDP

Next Post

Duet Sasmito-Ika Resmi Pimpin AJI Indonesia

Related Posts

Turnamen E-Sports Dandim Cup 2026 Resmi Dibuka, Wadah Generasi Muda Berprestasi
OLAHRAGA

Turnamen E-Sports Dandim Cup 2026 Resmi Dibuka, Wadah Generasi Muda Berprestasi

Senyum di Hari Jumat, Kodim 0908/Bontang Tebar Berkah untuk Masyarakat
GAYA HIDUP

Senyum di Hari Jumat, Kodim 0908/Bontang Tebar Berkah untuk Masyarakat

Disorot Dewan, DLH Ungkap Lima Bulan Retribusi Sampah Sudah Capai Rp1,3 Miliar
EKBIS

Disorot Dewan, DLH Ungkap Lima Bulan Retribusi Sampah Sudah Capai Rp1,3 Miliar

Neni Moerniaeni Sebut Aksi Vandalisme Perilaku Abnormal
WARTA

Data Sementara Operasi Timbang Tunjukkan Tren Positif, Sunting 2 Kelurahan di bawah 10 persen

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, PT KMI Kembali Gelar Gerakan Peduli Sehat di Loktuan  
GAYA HIDUP

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, PT KMI Kembali Gelar Gerakan Peduli Sehat di Loktuan  

Dukung Moratorium Reklamasi Pesisir Balikpapan, Aktivis: Secercah Asa di Hari Lingkungan
WARTA

Dukung Moratorium Reklamasi Pesisir Balikpapan, Aktivis: Secercah Asa di Hari Lingkungan

Next Post
Duet Sasmito-Ika Resmi Pimpin AJI Indonesia

Duet Sasmito-Ika Resmi Pimpin AJI Indonesia

Discussion about this post

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.