Dialektis.co – Seekor buaya berukuran cukup besar yang diduga jadi penyerang seorang kakek di area perkebunan belakang Perumahan BSD, Kota Bontang akhirnya berhasil dievakuasi warga bersama petugas Damkar, Ahad (4/1/2026).
Warsito, seorang warga BSD menyebut predator itu berhasil dijerat di area danau tepatnya searah Jalan Gunung Tangkuban Perahu. Panjang buaya yang dievakuai sekitar 3 meter.
“Besar mas buayanya, butuh enam orang petugas Damkar untuk memikul,” ujarnya saat mengirim video penangkapan kepada media ini.
Proses penangkapan dilakukan sore hari saat menjelang adzan Magrib.
Baca juga: Seorang Lansia Diterkam Buaya di Belakang Perum BSD, Alami Banyak Luka
Karena ukurannya yang cukup besar, evakuasi berlangsung cukup lama hingga petugas Damkar Bontang membawa predator itu.
Sebelumnya diwartakan, korban serangan buaya di kawasan Perumahan Bukit Sekatub Damai (BSD), Kecamatan Bontang Utara, Suardi (74), dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Korban mengembuskan napas terakhir pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 03.00 Wita. Kabar duka ini disampaikan oleh kerabat almarhum, Aspul.
Dia mengatakan, usai diterkam buaya pada Jumat sore (25/12/2025), Suardi sempat mendapatkan penanganan medis di RS Pupuk Kaltim (RS PKT) Bontang sebelum dirujuk ke RS Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda.
“Korban sempat sadar saat di UGD, masih mengenali anaknya,” ujar Aspul.
Aspul menuturkan, luka terparah dialami pada tangan kiri korban. Kondisi tangan tersebut mengalami kerusakan parah dan dinyatakan tidak dapat disembuhkan oleh tim medis.
“Almarhum sempat melakukan perlawanan. Dia menutup mata buaya menggunakan tangan kanannya, itu yang membuatnya bisa lepas meskipun kakinya juga digigit,” ungkapnya. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post