Dialektis.co – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bontang masih patut diwaspadai. Betapa tidak, selama proide 1 hingga 31 Januari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat adanya 21 kasus.
Angka ini menunjukkan adanya tren penyebaran kasus di awal tahun, lebih tinggi dari priode yang sama tahun lalu dengan 18 kasus.
Penanggung jawab DBD Diskes Bontang, Siti Rahimah menilai faktor cuaca memasuki musim hujan membawa pengaruh berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
Menurutnya penting untuk menerapkan gerakan 3M Plus. Yakni, menguras penampungan air, menutup rapat wadah air, hindari barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Langkah menaburkan bubuk abate di bak mandi, juga dianjurkan.
“Fogging hanya penanganan cepat jika sudah ada kasus positif. Yang paling efektif pencegahan,” terangnya.
Kata dia, saat ini fogging dilakukan secara terfokus di wilayah dengan kasus DBD terkonfirmasi positif. Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh puskesmas.
Lebih jauh, dirincikannya saat ini Kelurahan Tanjung Laut menjadi daerah paling banyak kasus DBD, 6 orang penderita.
Disusul Bontang Lestari dan Tanjung Laut Indah masing-masing 4 kasus. Kelurahan Api-Api 3 kasus,
Selanjutnya, Bontang Kuala 2 kasus. Serta Gunung Elai dan Berebas Tengah masing-masing satu kasus.
“Sementara di Belimbing, Bontang Baru, Guntung, Gunung Telihan, Kanaan, dan Loktuan terdapat notifikasi demam dengue,” pungkasnya. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabun saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post