Dialektis.co – Mulai terurainya antrean pengendara di sejumlah SPBU di Kota Bontang disambut positif pemerintah setempat.
Menyikapi itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setkot Bontang, Moch Arif Rochman pun mengungkap wacana penerapan antrean kendaraan dengan skema ganjil-genap sesuai pelat kendaraan batal dilaksanakan.
“Iya, tidak jadi diterapkan (ganjil-genap),” ujarnya kepada wartawan.
Kata Arif, pemerintah menyambut baik mulai terurainya antrean. Terlebih pasokan tiap SPBU belakangan ini juga ada penambahan.
Sebutnya skema ganjil-genap sempat mengemuka sebagai solusi temporer mengurangi antrean kendaraan. Namun , semua baru sebatas wacana.
Dalam perjalannya, komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk menambah pasokan tiap harinya ke lima SPBU di Bontang, membuahkan hasil yang diharapkan.
Bahkan, waktu distribusi ke Bontang juga diupayakan untuk terus masuk sif pertama. Sehingga pembahasan wacana skema ganjil-genap sudah tidak perlu dilanjutkan.
Lebih lanjut, Arif merincikan SPBU Akawy, Tanjung Laut, dan Kilometer 3 yang sebelumnya menerima sekitar 8 kiloliter (KL), kini mendapatkan pasokan hingga 16 Kiloliter.
Ia pun berharap kondisi ini dapat berlangsung secara konsisten. Sehingga kondusifitas ekonomi dapat terus terjaga dengan lancar.
Diberitakan sebelumnya antrean panjang kendaraan kerap terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bontang. BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar menjadi yang paling diburu pengendara. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co di WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post