Dialektis.co – Memasuki musim kemarau, Perumda (PDAM) Tirta Taman Kota Bontang mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak.
Hal ini dinilai penting guna menjaga ketersediaan pasokan air bersih, tetap terjaga.
Direktur PDAM Bontang, Suramin menyatakan saat musim kemarau, ketersediaan air baku dan kapasitas produksi air bersih dapat mengalami penurunan.
Dalam kondisi itu, kata dia setiap tetes air menjadi semakin berarti. Untuk itu, dia mengajak seluruh pelanggan menggunakan air secara bijak.
“Gunakan air secukupnya. Kurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Periksa keran, pipa, dan instalasi air secara berkala. Dan segera laporkan apabila ditemukan kebocoran,” imbau Suramin, dalam pengumuman resminya, Kamis (13/8/2026).
Suramin menegaskan pihaknya terus berupaya menjaga ketersediaan air, mengoptimalkan kapasitas produksi, serta memastikan distribusi air tetap berjalan sebaik mungkin bagi seluruh pelanggan.
Namun, kata Suramin menjaga ketersediaan air menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, dibutuhkan kepedulian dan peran bersama dari seluruh pelanggan.
“Mari mulai dari hal sederhana. Gunakan air dengan bijak, hindari pemborosan, dan jaga setiap tetesnya,” imbaunya lagi.
Terpisah diwartakan sebelumnya, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda memperingatkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Kondisi ini disebut dipicu oleh kolaborasi fenomena cuaca ekstrem, yakni El Nono kuat dan potensi Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, mengungkapkan bahwa El Nino saat ini telah berada pada intensitas kuat. Indeks Nino 3,4 tercatat mencapai angka 1,56, melampaui ambang batas kategori kuat sebesar 1,5.
Fenomena ini diperkirakan akan bertahan setidaknya hingga kuartal pertama tahun depan.
“El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan pada intensitas kuat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kemarau yang lebih panjang dan kering,” ujar Fatuh, Senin (10/8).
Untuk wilayah Kaltim, kata dia puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan sejumlah wilayah, terutama di bagian selatan Kaltim, sudah memasuki kategori HTH menengah.
Hal ini diperparah dengan masuknya massa udara kering dari arah timur yang membawa suhu relatif panas melintasi Kalimantan. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post