Dialektis.co – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya mulai dirasakan oleh peserta didik di SPNF SKB Kota Bontang setelah penantian yang cukup panjang.
Selama ini, program serupa lebih dulu dinikmati oleh satuan pendidikan formal, sehingga kehadiran MBG di SKB menjadi momen yang sangat dinanti oleh seluruh warga belajar dan pengelola lembaga.
Keberhasilan ini tidak datang secara tiba-tiba. Pihak SKB Bontang sebelumnya telah melakukan berbagai upaya, termasuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca juga: Disdikbud Buka Peluang Bantuan Tas & Sepatu Bagi SKB, Tunggu Pengajuan Resmi
Upaya tersebut dilakukan agar peserta didik di jalur nonformal juga mendapatkan hak yang sama dalam pemenuhan gizi.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah SKB diterima sebagai salah satu penerima manfaat program MBG. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan nonformal juga mendapat perhatian dalam kebijakan pemenuhan gizi peserta didik.
Distribusi MBG dibagi berdasarkan jenjang program. Untuk PAUD ditangani oleh SPPG Bontang Utara 2, sementara program kesetaraan Paket A, B, dan C dilayani oleh SPPG Bontang Utara 3.
Pembagian ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pelaksanaan perdana untuk PAUD telah dimulai pada Kamis, 30 Mei 2026. Sementara itu, peserta didik kesetaraan mulai menerima MBG pada Senin, 4 Mei 2026. Momentum ini menjadi awal baru bagi peningkatan layanan di SKB.
“Alhamdulillah mulai hari Senin nanti murid Paket A, B, dan C SKB akan mendapatkan MBG. Untuk yang PAUD juga sudah mulai dapat hari Kamis lalu,” ujar Plt Kepala SKB Bontang, Hairul Saleh, Ahad (3/5/2026).
Baca juga: Kepala SKB Berharap Peserta Didik Mereka Ikut Terakomodasi Perlengkapan Sekolah Gratis
Dalam pelaksanaannya, SKB telah menyiapkan sistem distribusi yang terstruktur. Setiap makanan yang datang akan melalui proses pengecekan sebelum dibagikan ke peserta didik.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar serta kehadiran peserta didik. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih optimal.
“Ini sudah lama kami nantikan, dan akhirnya SKB juga bisa merasakan program seperti di sekolah formal,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post