Dialektis.co – Masalah ekspresi gender di sekolah kembali mendapat sorotan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Perilaku, berpakaian hingga suara pria menyerupai wanita di kalangan pelajar menjadi persoalan yang dinilai tidak boleh dinormalisasi.
Fenomena ini dinilai perlu mendapat perhatian serius. Khususnya dalam konteks pembinaan dan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa penanganan terhadap anak dengan ekspresi gender tertentu tidak bisa dilakukan secara parsial.
Diperlukan keterlibatan bersama antara pemerintah, pihak sekolah, serta orang tua agar pendekatan yang dilakukan lebih komprehensif.
“Pemerintah hadir bersama orang tua dan pihak terkait untuk menyelamatkan generasi tersebut. Sebelum melangkah lebih jauh, dalam menekuni ekspresi gender tertentu,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan pola kekeluargaan.
Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Menjadi salah satu faktor yang dapat memicu munculnya perilaku tersebut pada anak.
“Kasih sayang orang tua adalah hal yang tidak bisa digantikan atau dibeli dari orang lain. Ini menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak,” terangnya.
Terkait pembinaan di sekolah. Peran guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi yang utama dalam identifikasi pelajar yang menunjukkan indikasi ekspresi gender berbeda.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam kehidupan sehari-hari anak. Bentuk perhatian sederhana seperti meluangkan waktu. Berkomunikasi memiliki dampak besar terhadap perkembangan psikologis anak.
“Orang tua perlu hadir secara utuh di tengah anak-anaknya. Interaksi seperti memeluk, dan berbicara dari hati ke hati sangat penting,” ibuhnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, Disdikbud Bontang berharap fenomena ekspresi gender di lingkungan sekolah dapat ditekan.
Guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.








Discussion about this post