Dialektis.co – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah penghematan dengan berencana menghentikan sewa mess atau asrama yang berlokasi di Jalan Cempaka Putih, Jakarta.
Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian anggaran menyusul kondisi APBD 2026 yang mengalami defisit.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa selama ini biaya sewa mess tersebut mencapai Rp500 juta per tahun.
Ke depan, Pemkot memilih mencari alternatif tempat tinggal dengan biaya jauh lebih rendah.
“Biaya sewa mess akan kita tekan. Dari sebelumnya Rp500 juta per tahun, kita upayakan pindah ke lokasi yang lebih terjangkau, mungkin sekitar Rp100 juta per tahun. Kondisi keuangan memang tidak memungkinkan,” ujarnya.
Padahal sebelumnya, Pemkot Bontang sempat merencanakan pembelian mess tersebut dengan nilai sekitar Rp8,5 miliar.
Langkah itu dinilai lebih efisien dalam jangka panjang dibandingkan harus menyewa setiap tahun.
Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan akibat tekanan fiskal yang terjadi tahun ini.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi, pemkot juga berencana melelang sejumlah aset yang berada di mess lama, seperti tempat tidur dan perlengkapan lainnya.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran daerah.
Kebijakan ini menambah daftar penyesuaian belanja yang dilakukan Pemkot Bontang, dengan fokus utama menjaga stabilitas keuangan tanpa mengganggu pelayanan dasar masyarakat. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post