Dialektis.co – Sepanjang 2025, Pupuk Kaltim mencatat kinerja produksi positif. Total produksi mencapai 6.679.415 ton atau 107,3 persen dari target yang ditetapkan. Terdiri dari 3.578.366 ton urea, 328.154 ton NPK, dan 2.772.895 ton amonia.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya pun berharap tren itu terus berlanjut pada 2026 ini. Hal itu ia sampaikan saat buka puasa bersama insan media se-Kota Bontang, termasuk redaksi media ini beberapa hari lalu.
Kata dia, memasuki 2026. Perusahaan akselerasi produksi kembali digaungkan. Bahkan, hingga 28 Februari 2026, realisasi produksi telah mencapai 1.010.458 ton.
“Meliputi 400.662 ton amonia atau 14,62 persen dari target, 553.248 ton urea atau 15,99 persen, serta 56.548 ton NPK atau 17,62 persen dari target tahunan,” ungkapnya.
Baca juga: Anggono Wijaya: Pupuk Kaltim Perkuat Pertanian, Industri, dan Pemberdayaan Masyarakat
Dengan produksi itu, Pupuk Kaltim berkomitmen memperkuat perannya dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Melalui keandalan produksi dan pasokan pupuk bagi petani. Terlebih Pupuk Kaltim juga menjalankan mandat produksi pupuk subsidi.
Strategi pemenuhan mandat tersebut. Kata Anggono, dilakukan dengan menjaga keandalan operasional pabrik. Serta meningkatkan efisiensi produksi di seluruh lini.
Penyelesaian proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 diharapkan mampu meningkatkan performa produksi. Sekaligus mendukung stabilitas pasokan bahan baku pupuk. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join








Discussion about this post