Dialektis.co – Di tegah kemajuan Kota Bontang. Jumlah, kekerasan asusila terhadap perempuan dan anak terus jadi perhatian lebih. Terlebih kini masyarakat, lebih berani bersuara.
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bontang, AIPDA Norasiye, mengungkapkan. Adanya perubahan mencolok dalam perilaku masyarakat.
Jika sebelumnya banyak korban memilih diam. Dengan alasan malu atau takut. Kini laporan mulai mengalir masuk ke meja polisi.
Kata dia, sepanjang 2025 tercatat 56 laporan diterima. Angka ini meningkat tajam, sekaligus jadi bukti tindak kekerasan dan asusila di kalangan remaja nyata terjadi.
“Masyarakat sudah semakin berani untuk melaporkan. Dari 56 laporan yang masuk sepanjang 2025, terlihat bahwa kasus-kasus tersebut memang banyak terjadi di wilayah Kota Bontang,” ujar Norasiye.
Dominasi Modus Pacaran
AIPDA Norasiye merincikan. Dari puluhan laporan, kasus asusila menjadi laporan yang paling dominan.
Mayoritas peristiwa ini bermula dari hubungan asmara atau pacaran di kalangan remaja.
Ironisnya, pelaku da korban tidak selalu memiliki jarak usia yang jauh atara usia 15 hingga 17 tahun. Bahkan tak jarang korban dan pelaku terbilang masih di bawah umur.
“Kasus asusila tahun ini banyak berawal dari pacaran. Ada yang sama-sama di bawah umur, ada juga yang melibatkan pasangan yang lebih dewasa, baik laki-laki maupun perempuan,” ungkapnya.
AIPDA Norasiye menyatakan hal ini mesti menjadi kewaspadaan orang tua dan sekolah.
Terlebih, dari laporan yang masuk mayoritas korban dan pelaku masih duduk dibangku sekolah SMP dan SMA atau SMK. Usia ini, peran keluarga dan sekolah jadi sangat penting perhatikan tumbuh kambang dan pergaulan remaja.
Komitmen Perlindungan Korban
AIPDA Norasiye menegaskan komitmen Polres Bontang untuk terus memberikan perlindungan maksimal kepada korban perempuan dan anak. Pihaknya pun mendorong masyarakat agar tidak takut melapor jika menemukan atau mengalami tindak kekerasan.
Terbukanya laporan adalah langkah awal. Agar upaya pencegahan dan penanganan hukum. Dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Demi memutus rantai kekerasan terhadap generasi muda di Kota Bontang. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post