Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Tragedi Grand City 6 Anak Tewas, Peradi Balikpapan Temukan di Lokasi Tidak Ada Pagar

Ardiansyah: Bukti nyata pemerintah gagal menyiapkan ruang bermain anak yang layak dan aman

Redaksi by Redaksi
November 21, 2025
Tragedi Grand City 6 Anak Tewas, Peradi Balikpapan Temukan di Lokasi Tidak Ada Pagar

Proses Evakuasi Korban Kubangan Maut Proyek Perumahan di Balikpapan (Foto/TimSAR)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Tim PBH Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Balikpapan menyoroti tragedi tewasnya enam anak di kubangan proyek pematangan lahan yang diduga merupakan bagian dari pengembang kawasan Grand City di Kelurahan Graha Indah, Kota Balikpapan.

Ketua PBH Peradi Balikpapan, Ardiansyah mengungkapkan dari hasil penelusuran timnya menemukan sejumlah ketidak wajaran dan indikasi kelalaian dalam penerapan standar keselamatan area proyek.

“Di TKP tidak ditemukan adanya pagar pembatas, pos security dan papan pemberitahuan yang menandakan kawasan berbahaya dan terlarang bagi anak-anak untuk bermain,” ungkap Ardiansyah, Kamis (20/11).

Menurutnya, keberadaan pagar pembatas dan papan peringatan sangat penting. Untuk memberitahukan kawasan itu berbahaya. Terlebih untuk jadi lokasi bermain, mandi atau berenang.

Padahal ditemukan lokasi TKP hanya berjarak 285 Meter dari jalan umum.

Serta, jarak antara TKP dengan tempat tinggal keluarga korban kurang lebih 526 meter. Lokasi sangat terbuka dan mudah dijangkau anak-anak.

“Dua hari setelah kejadian, tepatnya pada tanggal 19 November 2025 sekitar jam 15.30 wita di sekitar TKP, pemasangan pagar baru dilakukan dengan melibatkan 4 pekerja,” ujarnya.

Masih kata Ardiansyah, berdasarkan keterangan dari warga disekitar TKP. Tidak dilakukan konsultasi publik terkait AMDAL dengan warga sebelumnya, sehubungan rencana proyek pematangan lahan atau perluasan pengembangan perumahan tersebut.

Lebih jauh, PBH Peradi juga turut menyoroti pernyataan Wali Kota Balikpapan di sejumlah media yang dinilai terkesan justru membela kepentingan perusahaan besar dengan menyebut tanah TKP bukan milik PT. Sinar Mas Wisesa.

“Pernyataan itu sangat melukai hati warga Kota Balikpapan, khususnya keluarga korban. Seharusnya sikap pemerintah kota Balikpapapn tidak terburu-terburu mendahului hasil investigasi dari aparat penegak hukum,” kesalnya.

Sebab itu, Ardiansyah menegaskan PBH Peradi mendesak Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan untuk segera memberikan bantuan upaya pemulihan dan perbaikan terhadap psikis keluarga korban atas trauma.

Mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan hukum meminta pertanggungjawabab pidana pihak pihak yang diduga terlibat dalam pematangan lahan atau Tindakan lainnya yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Menuntut pemerintah turun melakukan pengawasan langsung, memastikan pemilik  lahan atau pemilik proyek pematangan lahan untuk memasang pagar pembatas di sekitar TKP.

“Mengecam pernyataan wakil Walikota Balikpapan yang sangat tendensius dan nampak adanya keberpihakan secara langsung membela perusahaan yang akibat statemennya melepaskan tanggung jawab PT. Sinar Mas Wisesa atas peristiwa jatuhnya korban jiwa,” pungkasnya. (*/Rls)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Balikpapan
ShareTweet
Previous Post

APBD 2026 Disepakati Rp 5,73 T, Bupati Kutim Apresiasi DPRD Kutim

Next Post

MYC Disepakati Rp 1,08 T, Bupati Kutim: 4 Sektor Jadi Fokus Utama

Related Posts

Pastikan Kondusif, Tim Patnal Lapas Bontang Gelar Investigasi
WARTA

Pastikan Kondusif, Tim Patnal Lapas Bontang Gelar Investigasi

Sulteng Digoyang Gempa 6,2 Magnitudo, Getaran Ikut Dirasakan Warga Bontang
WARTA

Sulteng Digoyang Gempa 6,2 Magnitudo, Getaran Ikut Dirasakan Warga Bontang

Dandim 0908/Bontang Hadiri Pengukuhan Paskibraka Kota Bontang Tahun 2026
WARTA

Dandim 0908/Bontang Hadiri Pengukuhan Paskibraka Kota Bontang Tahun 2026

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta
WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Next Post
MYC Disepakati Rp 1,08 T, Bupati Kutim: 4 Sektor Jadi Fokus Utama

MYC Disepakati Rp 1,08 T, Bupati Kutim: 4 Sektor Jadi Fokus Utama

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.