Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home INFOGRAFIS

Sengkarut Masalah di Tubuh PT LBB, Usaha Pelabuhan Loktuan Nasibmu Kini

Redaksi by Redaksi
November 25, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Laut Bontang Bersinar (LBB) tengah redup. Didirikan sebagai pengganti Pelindo IV untuk mengelola Pelabuhan Loktuan, PT LBB terus dilanda permasalahan keuangan.

PT LBB berdiri 2021 melalui kongsi Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) dan unit usahnya, PT Bontang Transport. Dengan Perumda AUJ sebagai pemegang saham mayoritas sebanyak 70 persen.

Sengkarut masalah di PT LBB ditengarai karena perusahaan dijalankan tidak secara transparan. Direksi dan manajemen diduga berkongsi untuk memanfaatkan aset dan  fasilitas perusahaan demi kepentingan pribadi. Sedangkan pekerja justru mengalami keterlambatan gaji.

Pembayaran gaji karyawan selalu tersendat. Terbaru, gaji Agustus sampai Oktober 2024 baru dibayar pertengahan November 2024.

Lelah dengan kondisi ini, para karyawan melakukan pelaporan ke Dinas Ketenagakerjaan Bontang. Tujuannya, agar pihak terkait melakukan penelusuran penyebab gaji tertunggak.

Di tengah kondisi itu, para karyawan justru mendapatkan informasi jika uang operasional Direktur PT LBB, Muhammad Lien Sikin berlangsung lancar. Lien Sikin juga rajin melakukan perjalanan dinas dengan dalih pengembangan perusahaan.

Lien Sikin diketahui menjabat sebagai direktur PT LBB sejak 2022. Sebelumnya, Lien Sikin menduduki posisi sebagai manajer operasional Perumda AUJ.

Penunjukan Lien Sikin sebagai direktur anak usaha Perumda AUJ itu sempat menuai polemik. Ini tak lepas dari status Lien Sikin sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi di tubuh Perumda AUJ, yang ditetapkan Kejaksaan Negeri Bontang pada Juli 2021 lalu. Medio Oktober 2022, Kejaksaan Negeri Bontang mencabut status tersangka Lien Sikin. Kejaksaan berkilah, Lien Sikin telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp50 juta.

Pengangkatan Lien Sikin mendapat dukungan Wali Kota Bontang Basri Rase, sebagai ex officio Pemkot Bontang yang merupakan pemilik saham terbesar Perumda AUJ. Basri berdalih, pengangkatan Lien Sikin sebagai direktur tak terlepas dari perannya yang sangat besar dalam mewujudkan pendirian PT LBB. Lien Sikin juga dianggap Basri cukup berpengalaman dan berasal dari internal Perumda AUJ. Pun selama bekerja di Perumda AUJ, Basri mengklaim, jika kinerja Lien Sikin baik.

Kepada jurnalis media ini, orang dalam PT LBB menyebutkan jika perjalanan dinas terbaru Lien Sikin terjadi pada 27 Oktober hingga 3 November lalu. Dengan tujuan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dia bercerita, dalam sebulan Lien Sikin bisa melakukan perjalanan dinas lebih dari tiga kali. Sekali melakukan perjalanan dinas, Lien Sikin disebut bisa menghabiskan anggaran berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah.

Lien Sikin tidak hanya meminta uang perjalanan dinas, namun juga uang operasional direktur dengan nominal yang berbeda-beda. “Alasannya (minta uang operasional direktur) untuk pengembangan pelabuhan,” katanya saat ditemui awal November ini.

Berdasarkan laporan keuangan PT LBB yang dimiliki media ini, anggaran untuk biaya operasional direktur sepanjang 2022 mencapai Rp894,3 juta. Sementara pada 2023 mencapai angka Rp599,9 juta.

Biaya operasional juga dikeluarkan perusahaan untuk manajer keuangan sebesar Rp76,4 juta pada 2022 dan Rp38,4 juta pada 2023. Sedangkan biaya operasional untuk manajer operasional sebesar Rp28 juta pada 2022 dan Rp11,8 juta pada 2023.

Masih dalam laporan keuangan itu juga dilampirkan total biaya perjalanan dinas selama kurun 2022 sebesar Rp362,6 juta, sedangkan pada 2023 sebesar Rp466,9 juta.

Ditemui di salah satu kafe di bilangan Bontang Utara, Lien Sikin yang didampingi oleh Manajer Keuangan PT LBB Lasmi Mustafa, membenarkan adanya alokasi anggaran untuk operasional dirinya sebagai direktur. Ia mengklaim, pos anggaran tersebut telah disetujui oleh direksi yang dituangkan dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP). Yakni, setiap bulan direktur wajib menerima Rp50 juta untuk pengembangan dan pembiayaan operasional. “Aturan ini sudah sesuai SOP,” ujarnya, Jumat, 8 November 2024.

Lien Sikin mengklaim tindakannya tidak merugikan negara dan berpotensi korupsi. Dia mengaku selama memimpin PT LBB banyak uang maupun aset pribadinya yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan. Sementara sejak PT LBB berdiri tidak ada satu rupiah pun uang pemerintah di dalamnya.

Pun soal status kepemilikan PT LBB diakui Lien Sikin kini telah beralih menjadi perusahaan miliknya. Ini dibuktikan dengan akta perusahaan yang mencantumkan nama Lien Sikin sebagai pemilik tunggal. Akta perusahaan tersebut sempat diperlihatkan secara sekilas oleh Lien Sikin. Kendati demikian, Lien Sikin melarang media ini untuk mendokumentasikan akta tersebut.

Media ini mencoba mengecek profil perusahaan di situs Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) online, namun pencarian dengan kata kunci PT Laut Bontang Bersinar dan PT LBB tidak ditemukan. Kendati demikian, PT Laut Bontang Bersinar ditemukan dalam profil pemilik manfaat. Hanya saja, ada keterangan bahwa PT LBB belum melaporkan data pemilik manfaat.

Persoalan di tubuh LBB diakui Lien Sikin telah ditangani oleh Polres Bontang. Tetapi, saat ini Polres Bontang menyerahkan ke Inspektorat Daerah untuk melakukan audit internal. Meski mempertanyakan langkah Inspektorat yang ikut campur dalam persoalan ini, di tengah belum adanya penyertaan modal dari pemerintah, namun Lien Sikin mengaku siap bertanggung jawab jika perbuatannya disebut berpotensi korupsi. “Jadi PT LBB jangan dikambinghitamkan,” terangnya.

Sejumlah karyawan PT LBB yang ditemui media ini sejak Oktober lalu mengatakan, masalah keuangan yang melanda perusahaan itu diduga disebabkan oleh berbagai pemborosan dan penyelewengan selama bertahun-tahun. Penyelewengan, misalnya, terlihat dari fasilitas mobil perusahaan yang justru digunakan oleh anak Lien Sikin.

PT LBB diketahui memiliki empat mobil operasional, yaitu Daihatsu Terios dan Xenia, Honda WR-V dan Brio. Mobil Terios berplat KT 13XX QD ditengarai digunakan oleh anak laki-laki Lien Sikin yang berada di Bontang. Mobil itu berstatus sewa, dengan biaya per bulannya dibebankan kepada PT LBB.

Awalnya, mobil itu digunakan sebagai mobil operasional Lien Sikin. Namun, sejak tahun lalu mobil itu diambil alih oleh anaknya. Lien Sikin kemudian meminta perusahaan untuk menyewakan satu mobil baru untuknya, yakni Honda WR-V berplat KT 19XX QD.

PT LBB juga masih membayar cicilan mobil Xenia berplat KT 15XX DY yang saat ini dikendarai oleh manajer operasional. Sementara satu mobil terakhir bertipe Honda Brio dengan plat KT 10XX QD merupakan kendaraan operasional Bagian Keuangan PT LBB, yang belakangan digunakan sendiri oleh Lasmi.

Seorang karyawan PT LBB mengaku selama kisruh keuangan terjadi, biaya sewa untuk mobil yang dipakai Lasmi tidak pernah menunggak. Ini berbanding terbalik dengan pembiayaan tiga mobil lainnya yang selalu mengalami keterlambatan hingga berbulan-bulan.

Dia juga menyebut, jika mobil Brio itu diduga merupakan mobil pribadi Lasmi. Mobil itu kemudian ditawarkan Lasmi kepada perusahaan untuk disewa sebagai mobil operasional bagian keuangan. “Kalau tidak salah biaya sewa (mobil Lasmi) sebulannya di atas Rp5 juta,” terangnya.

Di samping itu, karyawan ini juga menyebut, PT LBB turut membiayai cicilan mobil Lien Sikin yang kini digunakan oleh anak perempuannya di Sulawesi Selatan. Mobil Daihatsu Terios berplat DD XXXX XX itu merupakan mobil pribadi yang dibeli oleh Lien Sikin secara kredit. Namun, sistem pembayaran angsurannya dibebankan kepada PT LBB melalui mekanisme pemotongan gaji dirinya. Belakangan, cicilan mobil itu terus dibayarkan PT LBB tanpa memotong gaji Lien Sikin.

Namun, Lasmi membantah hal itu. Dia menyebut total kendaraan operasional PT LBB memang ada empat unit. Satu mobil Xenia yang dibeli dengan sistem kredit sebesar Rp6 juta per bulan. Sisanya, yakni dua Daihatsu Terios dan Honda Brio dengan sistem sewa. Semua mobil tersebut pun diklaim berada di Bontang, “Masing-masing biaya sewa mobil tersebut sebesar Rp7 juta per bulan,” jelasnya.

Pun dengan mobil Brio yang dikendarainya, diakui Lasmi jika kendaraan itu dia sewa dari seseorang di Bontang. Kendati demikian, Lasmi enggan memberitahu lebih jauh soal mobil tersebut. “Itu mobil orang, saya pakai mobilnya,” klaimnya.

Keistimewaan PT LBB terhadap keluarga Lien Sikin juga dirasakan oleh anak pertamanya. Orang dalam perusahaan menyebutkan, anak pertama Lien Sikin mulai bekerja di PT LBB sejak 2023 lalu. Saat masuk dia langsung menjabat sebagai kepala bagian (kabag) operasional dengan status karyawan permanen. Karena jabatannya, ia bisa memperoleh gaji sebesar Rp7,5 juta per bulan. Lien Sikin membenarkan jika anaknya menjabat kabag operasional PT LBB.

Namun, tidak seperti karyawan lainnya yang harus mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama berbulan-bulan. Anak pertama Lien Sikin itu disebut-sebut selalu menerima pembayaran gaji setiap bulannya. Untuk menyamarkan proses pembayaran gajinya, perusahaan diduga menggunakan sistem kasbon.

Padahal, menurut orang dalam perusahaan, dalam aturan yang diterapkan kepada karyawan lainnya, kasbon tidak boleh lebih dari Rp500 ribu. Dan wajib dibayarkan dalam kurun waktu satu bulan. “Kalau dia (anak pertama Lien Sikin) dibebaskan mau bayar kapan, nominal yang bisa dipinjam juga jutaan,” jelasnya.

Status karyawan di PT LBB diakui Lien Sikin memang terbagi dalam dua kategori, yakni karyawan permanen dan kontrak. Untuk karyawan kontrak, perpanjangan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Total karyawan kontrak di PT LBB diklaim ada sebanyak 10 orang.

Lien Sikin menegaskan, sejak jauh hari telah memperingatkan para karyawannya untuk mengundurkan diri dari PT LBB. Jika merasa tidak puas dengan sistem penggajian yang kerap terlambat. “Saya sudah persilahkan untuk mundur atau kontraknya tidak saya perpanjang,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, gaji di PT LBB beragam tergantung jabatan. Untuk gaji direktur yang dijabat oleh Lien Sikin disebut-sebut mencapai Rp20an juta. Sedangkan untuk jabatan komisaris memperoleh upah sekitar Rp15an juta. Adapun manajer mendapat Rp10 juta. Di bawahnya, level kabag digaji sebesar Rp7,5 juta. Sementara untuk karyawan dengan posisi paling rendah bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp3,4 juta.

Namun, Lien Sikin membantah hal itu. Menurutnya, gaji dirinya sebagai direktur hanya sebesar Rp17,8 Juta, gaji komisaris Rp11 juta, manajer operasional Rp8 Juta, gaji manajer keuangan Rp8 juta. “Paling rendah itu cleaning service Rp2,5 juta,” tegasnya.

Di sisi lain, Lien Sikin mengklaim bukan hanya karyawannya saja yang tidak menerima gaji, namun sejak beberapa bulan lalu dirinya juga tidak menerima gaji. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menutupi beban operasional LBB, sehingga bisa tetap eksis. “Saya ini gila membantu (perusahaan) plat merah,” ungkapnya.

Lien Sikin juga mengklaim telah mengagunkan berbagai aset pribadinya untuk memulai bisnis dan membiayai operasional LBB sejak dua tahun terakhir. Di samping menunggu para pemegang saham, yakni Perumda AUJ dan PT Bontang Transport untuk menyelesaikan kewajibannya. “Namun, hingga kini mereka tak kunjung menyelesaikan kewajibannya, sehingga setiap tahun terjadi polemik (gaji menunggak),” jelasnya.

Jika dikalkulasikan, dalam sebulan PT LBB harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp150an juta untuk membayar gaji 32 karyawannya. Angka ini sebenarnya cukup jika disandingkan dengan pendapatan yang diraih oleh PT LBB di setiap bulan yang mencapai Rp500 juta lebih.

Berdasarkan laporan keuangan PT LBB yang dimiliki media ini, kurun waktu Juli hingga Oktober lalu, PT LBB bisa meraup pendapatan hingga Rp2,3 miliar. Rinciannya, yakni Juli Rp663 juta, Agustus Rp533,9 juta, September Rp623,5 juta, dan Oktober Rp535,9 juta. Nominal itu diperoleh dari berbagai jenis jasa kepelabuhanan yang dikelola oleh PT LBB. Kendati demikian, total pendapatan PT LBB setiap bulannya masih harus dipotong sebesar 4 persen untuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang.

Media ini telah berupaya menemui Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas II Bontang, Sugeng. Dia sempat memberikan komentar, tapi enggan untuk dimuat dalam berita.

Sumber dari PT LBB menyebut, polemik menunggaknya gaji karyawan selama berbulan-bulan itu terjadi karena tidak adanya uang di kas perusahaan. Hilangnya uang perusahaan diduga disebabkan karena adanya kongkalikong antara Lien Sikin dan Lasmi.

Sumber ini mengatakan, keterlibatan Lasmi pada penyelewengan anggaran dinilai cukup besar. Lantaran arus masuknya uang ke kas perusahaan hanya diketahui oleh dirinya seorang.

Menurutnya, mekanisme yang dibangun oleh Lasmi, yakni selalu melaporkan ke Lien Sikin setiap kali ada uang masuk. Setelahnya Lien Sikin akan langsung meminta dikirimkan uang. “Peruntukannya buat apa itu yang tidak pernah kami tahu,” paparnya.

Tudingan itu dibantah Lasmi. Lasmi berkilah dengan menyebut segala bentuk pencairan dana perusahaan harus melalui persetujuan Lien Sikin. “Saya buat persetujuan (uang keluar) baru diajukan ke bapak (Lien Sikin). Kadang ada yang dicoret,” klaimnya.

Pernyataan Lasmi ini turut dibenarkan oleh Lien Sikin, “Harus persetujuan saya, jadi dia (Lasmi) hanya mengajukan,” kata Lien Sikin.

Kendati demikian, baik Lasmi maupun Lien Sikin sama-sama tidak merincikan untuk apa saja penggunaan dana perusahaan yang dicairkan tersebut.

Saat ini PT LBB diketahui memiliki dua rekening, yakni di Bankaltimtara dan BRI. Laporan arus kas keuangan PT LBB di rekening Bankaltimtara kurun waktu 1 Januari hingga 12 Juli 2024 menunjukkan uang masuk sebanyak Rp4,068 miliar. Sedangkan uang keluar mencapai angka Rp4,167 miliar. Salah satu pengeluaran terjadi pada 4 April 2024 sebesar Rp240juta dengan keterangan “Set Lien Sikin KJKS Halal.”

Sementara periode 1 Agustus – 31 Oktober 2024 uang masuk mencapai Rp1,005 miliar dan uang keluar sebesar Rp1,039 miliar.

Arus kas di rekening itu juga menunjukkan selama periode 2 Januari hingga 10 Juli 2024, Lasmi tercatat telah mencairkan uang perusahaan sebanyak 69 kali. Dengan total Rp3,526 miliar. Sementara periode Agustus-Oktober 2024, Lasmi tercatat mencairkan uang perusahaan sebanyak 20 kali dengan total Rp727,7 juta.

Untuk laporan kas keuangan PT LBB di rekening BRI periode 1 Agustus – 31 Oktober 2024 tercatat uang masuk mencapai Rp1.106,7 miliar dan uang keluar sebesar Rp988,2 juta.

Jumlah uang keluar di rekening Bankaltimtara dan BRI dalam kurun waktu 1 Agustus – 31 Oktober 2024, tidak mencakup pembayaran gaji karyawan PT LBB. Mengingat pada periode tersebut PT LBB diketahui tidak membayar gaji karyawan.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, sebelum membuka rekening di Bankaltimtara dan BRI, PT LBB awalnya memiliki rekening di Bank Mandiri dengan ATM yang dipegang oleh Lien Sikin.

Hal itu dibenarkan oleh Lien Sikin. Dijelaskannya, rekening tersebut dibuat khusus untuk menampung dana operasional direktur. Tujuannya, agar keuangan tidak campur aduk dengan keuangan perusahaan LBB. “Tapi sekarang tidak difungsikan karena pendapatan kan belum normal,” aku Lien Sikin.

Laporan arus kas perusahaan di rekening Mandiri kurun waktu Februari-Juni 2022 yang dimiliki media ini, menunjukkan adanya transaksi penarikan uang di mesin ATM Mandiri yang berlokasi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Diketahui, Kabupaten Barru merupakan kampung halaman Lien Sikin. Penarikan uang di mesin ATM itu terjadi sebanyak lima kali. Dengan total penarikan sebesar Rp50 juta.

Laporan keuangan itu juga melampirkan transaksi belanja online dengan kartu debit/kredit mandiri di layanan e-commerce. Atau transaksi menggunakan mesin EDC dengan kartu debit/kredit mandiri. Tercatat, kurun November 2021 – April 2022 terjadi sebanyak tujuh kali transaksi dengan total mencapai Rp26,9 juta.

Masih dalam laporan yang sama, tercatat adanya transaksi pengiriman uang ke rekening pribadi Lien Sikin sebanyak dua kali. Yakni, pada Januari 2022 sebesar Rp50juta dan Februari 2022 sebesar Rp15 juta.

Aliran uang dari rekening perusahaan juga mengalir ke rekening pribadi pria berinisial UM yang merupakan pimpinan salah satu ormas di Bontang. Berdasarkan dokumen yang dimiliki media ini, transaksi itu terjadi sebanyak dua kali. Yakni, pada Januari dan Februari 2022.

Sosok UM juga muncul dalam upaya PT LBB mendapat tambahan uang. Lien Sikin menjabarkan jika ia dipinjamkan ruko di Kompleks Halal Square sebanyak empat unit oleh UM untuk diagunkan di Bankaltimtara. Sebelumnya, kepemilikan ruko tersebut telah dibalik nama menjadi miliknya. Satu ruko, kata Lien Siki, sudah dibelinya senilai Rp850 juta. Sehingga total nilai empat ruko yang coba diagunkan mencapai Rp3,2 miliar. “Jadi saya tidak pernah menggadaikan aset milik pemerintah,” paparnya.

Kebijakan yang diambil oleh Lien Sikin ini dinilai orang dalam perusahaan bisa menambah jumlah utang yang dimiliki oleh PT LBB. Dalam laporan keuangan PT LBB, per Desember 2023 jumlah utang perusahaan mencapai angka Rp3,1 miliar. Jumlah utang itu bertambah dibanding 2022, yakni Rp2,037 miliar.

Utang terbesar PT LBB dalam laporan keuangan 2023 tercatat kepada orang yang diklaim sebagai investor senilai Rp2,1 miliar. Salah satu yang tercatat adalah Lien Sikin sendiri. PT LBB berutang kepada Lien Sikin sebesar Rp1 miliar pada 10 Desember 2021. Hingga 31 Desember 2023 utang PT LBB ke Lien Sikin masih tersisa sebanyak Rp290,7 juta. Utang kepada Lien Sikin merupakan satu-satunya yang dibayar oleh PT LBB pada 2023. (*)

Liputan ini merupakan hasil kolaborasi yang terdiri dari aksarakaltim.id, bontangpost.id, dialektis.co, inspirasa.co, klikkaltim.com, dan populism.id.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co di WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Pelabuhan Loktuan
ShareTweet
Previous Post

Pergeseran Tanah Landa Kabupaten Cianjur, Kemensos Evakuasi Warga dan Beri Bantuan Logistik

Next Post

H -1 Pilkada Bontang, KPU Musnahkan Ratusan Kertas Surat Suara Rusak

Related Posts

Jelang Arus Mudik, Pertamina Garansi Pasokan BBM di Kota Bontang Aman
EKBIS

Jelang Arus Mudik, Pertamina Garansi Pasokan BBM di Kota Bontang Aman

Distribusi Solar di SPBU Disorot, Pertamina: Bontang Sudah Terapkan Antrean Online
EKBIS

Distribusi Solar di SPBU Disorot, Pertamina: Bontang Sudah Terapkan Antrean Online

Salut! Pelajar SMA YPK Bontang Ini Raih Perak Ajang Sains International di Filipina
GAYA HIDUP

Salut! Pelajar SMA YPK Bontang Ini Raih Perak Ajang Sains International di Filipina

Curat, Judol hingga Ilegal Oil jadi Kasus Menonjol di Bontang Selama 2025
GAYA HIDUP

Kapolres Minta Pemudik Lapor RT, Biar Rumah jadi Perhatian Patroli Bhabinkamtibmas

Usai Pemeriksaan, Sopir Tabrak Lari di Jalan Tembus Resmi Jadi Tersangka
GAYA HIDUP

Kapolres Ingatkan Pemudik Pastikan Kondisi Listrik Rumah Aman Saat Ditinggal

Jangan Bertindak Sendiri, Damkar Minta Warga Lapor Kemunculan Buaya ke Tim Terlatih
RAGAM

Jangan Bertindak Sendiri, Damkar Minta Warga Lapor Kemunculan Buaya ke Tim Terlatih

Next Post
H -1 Pilkada Bontang, KPU Musnahkan Ratusan Kertas Surat Suara Rusak

H -1 Pilkada Bontang, KPU Musnahkan Ratusan Kertas Surat Suara Rusak

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000616

118000617

118000618

118000619

118000620

118000621

118000622

118000623

118000624

118000625

118000626

118000627

118000628

118000629

118000630

118000631

118000632

118000633

118000634

118000635

118000636

118000637

118000638

118000639

118000640

118000641

118000642

118000643

118000644

118000645

118000646

118000647

118000648

118000649

118000650

118000651

118000652

118000653

118000654

118000655

118000656

118000657

118000658

118000659

118000660

118000661

118000662

118000663

118000664

118000665

118000666

118000667

118000668

118000669

118000670

118000671

118000672

118000673

118000674

118000675

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

128000676

128000677

128000678

128000679

128000680

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000696

128000697

128000698

128000699

128000700

128000701

128000702

128000703

128000704

128000705

128000706

128000707

128000708

128000709

128000710

128000711

128000712

128000713

128000714

128000715

128000716

128000717

128000718

128000719

128000720

128000721

128000722

128000723

128000724

128000725

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

138000426

138000427

138000428

138000429

138000430

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

208000341

208000342

208000343

208000344

208000345

208000346

208000347

208000348

208000349

208000350

208000351

208000352

208000353

208000354

208000355

208000356

208000357

208000358

208000359

208000360

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000371

208000372

208000373

208000374

208000375

208000376

208000377

208000378

208000379

208000380

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

news-1701
content-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

ALEXASLOT138

sabung ayam online

118000351

118000352

118000353

118000354

118000355

118000356

118000357

118000358

118000359

118000361

118000362

118000363

118000364

118000365

118000366

118000367

118000368

118000369

118000370

118000371

118000372

118000373

118000374

118000375

118000376

118000377

118000378

118000379

118000380

118000381

118000382

118000383

118000384

118000385

118000386

118000387

118000388

118000389

118000390

118000391

118000392

118000393

118000394

118000395

128000466

128000467

128000468

128000469

128000470

128000471

128000472

128000473

128000475

128000476

128000477

128000478

128000479

128000480

128000481

128000482

128000483

128000484

128000485

128000486

128000487

128000488

128000489

128000490

128000491

128000492

128000493

128000494

128000495

128000496

128000497

128000498

128000499

128000500

138000311

138000312

138000313

138000314

138000315

138000316

138000317

138000318

138000319

138000320

138000321

138000322

138000323

138000324

138000325

138000326

138000327

138000328

138000329

138000330

138000331

138000332

138000333

138000334

138000335

138000336

138000337

138000338

138000339

138000340

138000341

138000342

138000343

138000344

138000345

138000346

138000347

138000348

138000349

138000350

168000466

168000467

168000468

168000469

168000470

168000471

168000472

168000473

168000474

168000475

168000476

168000477

168000478

168000479

168000480

168000481

168000482

168000483

168000484

168000485

168000486

168000487

168000488

168000489

168000490

168000491

168000492

168000493

168000494

168000495

178000621

178000622

178000623

178000624

178000625

178000626

178000627

178000628

178000630

178000631

178000632

178000633

178000634

178000635

178000636

178000637

178000638

178000639

178000640

178000641

178000642

178000643

178000644

178000645

178000646

178000647

178000648

178000649

178000650

178000651

178000652

178000653

178000654

178000655

178000656

178000657

178000658

178000659

178000660

178000661

178000662

178000663

178000664

178000665

228000311

228000312

228000313

228000314

228000315

228000316

228000317

228000318

228000320

228000321

228000322

228000323

228000324

228000325

228000326

228000327

228000328

228000329

228000330

228000331

228000332

228000333

228000334

228000335

228000336

228000337

228000338

228000339

228000340

228000341

228000342

228000343

228000344

228000345

238000436

238000437

238000438

238000439

238000440

238000441

238000442

238000443

238000444

238000445

238000446

238000447

238000448

238000449

238000450

238000451

238000452

238000453

238000454

238000455

238000456

238000457

238000458

238000459

238000460

238000461

238000462

238000463

238000464

238000465

238000466

238000467

238000468

238000469

238000470

238000471

238000472

238000473

238000474

238000475

238000476

238000477

238000478

238000479

238000480

238000481

238000482

238000483

238000484

238000485

content-1701