Dialektis.co – Hasil survei yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang bersama tim peneliti Universitas Mulawarman (Unmul) cukup mengejutkan. Tiga dari 100 orang di Bontang pernah terpapar narkotika.
Data survei dari 1.234 sampling tersebut 3,48 persen responden pernah menggunakan narkotika. Bahkan 0,97 persen diantaranya mengaku baru menggunakan pada 2025.
Kelompok umur pengguna, usia 20-24 tahun sebanyak nilai 1,05 persen. Kemudian disusul kelompok usia 25-29 tahun senilai 0,49 persen.
Baca juga: BNNK Bontang Rehabilitasi 29 Pengguna Narkoba pada 2025, Dilengkapi Klinik Pratama
Hal itu mencuat saat konfrensi pers akhir tahun. Diungkapkan Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdhani dari segi sebaran wilayah, para pemakai narkoba ditemukan tinggi di wilayah Bontang Barat yakni Kelurahan Gunung Telihan dan Kanaan.
“Sedangkan, sebaran narkoba dipasok paling banyak dari wilayah Loktuan,” ungkapnya.
Namun, tercatat penggunaan narkoba terbanyak masih berupa konsumtif obat tidak sesuai peruntukkan.
Diantaranya penggunaan paramex berlebihan, obat batuk, hingga penenang. Sementara, dari jenis narkotika illegal didominasi sabu-sabu.
“Metodologi survei, jadi angkanya juga prevalensi. Pencegahan terbukti jadi kunci penekanan persebaran narkoba,” terangnya.
Baca juga: Minim Alat Deteksi, BNNK Nilai Pelabuhan Loktuan Rawan jadi Jalur Masuk Narkoba
Data lain yang mengejutkan ditemukan pasokan sabu terbanyak dari barang Malaysia. Distribusinya melalui jalur darat. Dari Tawau ke Bulungan, kemudian ke Kutim hingga masuk Bontang.
Kata dia, pengakuan salah satu pengedar yang menjadi responden. Bontang ini daerah khusus distribus peredaran sabu.
“Sabu disimpan di truk bagian depan. Tapi ini berdasar dari 1 pengakuan. Tapi pengawasan akan diperketat,” pungkasnya. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post