Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

UU ITE Dinilai Berpotensi Menghambat Kebebasan Pers

Redaksi by Redaksi
May 4, 2021
UU ITE Dinilai Berpotensi Menghambat Kebebasan Pers
Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Mengutip catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) atas situasi kebebasan pers di Indonesia per 3 Mei 2020 – 3 Mei 2021. AJI Masih menemukan sejumlah regulasi yang berpotensi membelenggu kebebasan pers. Antara lain Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sejak diundangkan pada 2008 dan direvisi pada 2016, UU ITE masih jadi momok kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Koalisi Serius Revisi UU ITE –kolaborasi 24 organisasi masyarakat sipil termasuk AJI, menganalisis bahwa ada 8 pasal bermasalah yang membelenggu ruang kebebasan berekspresi.

Dari delapan pasal tersebut, AJI mencatat ada tiga pasal yang mengancam langsung pada kebebasan pers.

Pertama adalah Pasal 27 ayat 3 tentang defamasi atau pencemaran nama baik. Pasal ini pernah menjerat Pemimpin Redaksi Metro Aceh Bahrul Walidin pad 24 Agustus 2020 dan Tuah Aulia Fuadi, jurnalis Kontra.id di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Bahrul dilaporkan oleh Direktur Utama PT Imza Rizky Jaya Rizayati, sedangkan Tuah Aulia dilaporkan oleh Bupati Batubara Zahir M.

Mereka dijerat dengan pasal defamasi setelah menerbitkan berita terkait pelapor. Tuah Aulia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Batubara pada Kamis, 3 September 2020.

Kedua, Pasal 28 ayat 2 tentang ujaran kebencian. Jurnalis Banjarhits.id/Kumparan di Kalimantan Selatan, Diananta Sumedi, divonis 3 bulan 15 hari penjara karena beritanya berjudul “Tanah Dirampas Jhonlin, Dayak Mengadu ke Polda Kalsel”, dinilai menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan.

Selain Diananta, Muhammad Asrul, jurnalis berita.news di Palopo, Sulawesi Selatan saat ini menghadapi persidangan karena dijerat pasal berlapis di UU ITE, yakni Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2. Ia dikriminalisasi setelah menulis tiga berita dugaan korupsi putra Wali Kota Palopo Judas Amir, Farid Kasim Judas.

Penggunaan dua pasal pidana UU ITE tersebut tentu saja keliru. Sebab sengketa pemberitaan harus diselesaikan dengan mekanisme yang diatur oleh UU Pers, yakni melalui Dewan Pers.

Apalagi dalam kasus Diananta dan Asrul, Dewan Pers telah mengeluarkan penilaian dan rekomendasi, sehingga kasus ini seharusnya berhenti di Dewan Pers dan tidak bisa dibawa ke arah pidana.

Menurut catatan Koalisi Serius Revisi UU ITE, letak masalah Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) adalah karena rumusan dua pasal itu yang terlalu luas dan duplikasi dengan UU lainnya.

Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 merupakan duplikasi dengan pasal 310, 311, 315, 317, 318, 319 KUHP. Dalam KUHP, istilah ‘penghinaan’ merupakan judul bab tersendiri di mana bentuk tindakannya terdiri dari enam bentuk tindak pidana, yaitu penistaan, penistaan dengan surat, fitnah, penghinaan ringan, pengaduan palsu atau pengaduan fitnah, dan perbuatan fitnah.

Sedangkan dalam UU ITE tidak dikenal adanya kategorisasi delik penghinaan. Tidak dikenalnya kategorisasi delik penghinaan sebagaimana yang dikenal di dalam KUHP menghilangkan konteks dari pengaturan Pasal 27 ayat (3). Hal ini berdampak pada sangat luasnya spektrum tindakan atau ekspresi yang dapat dijerat dengan ketentuan pasal ini.

Dalam penerapannya, Pasal 27 ayat (3) sering digunakan sebagai dasar pelaporan kasus. Instrumen balas dendam digunakan bagi kelompok yang lebih berdaya atau memiliki kuasa, tidak hanya pada konten-konten yang disebarkan oleh individu, tetapi juga pada produk-produk jurnalisme.

Ketentuan Pasal 28 ayat (2) UU ITE terkait penyebaran kebencian telah diatur dalam KUHP (Pasal 156-Pasal 157) untuk lingkup antar golongan penduduk dan agama, serta UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (Pasal 4 dan Pasal 16) untuk lingkup ras dan Etnis.

Dalam implementasinya, pasal ini tidak konsisten dengan berbagai UU tersebut, Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik dan Rabat Plan of Action, karena mencakup unsur kesengajaan ataupun maksud menunjukan kebencian (incitement to hatred).

Unsur “antargolongan” tidak didefinisikan dengan jelas sehingga dapat ditafsirkan secara subjektif. Pasal ini rentan disalahgunakan oleh pihak berwenang untuk mengkriminalisasi kebebasan berekspresi, termasuk pers, sebagaimana yang terjadi pada Diananta dan Asrul.

Pasal ketiga yang bermasalah adalah Pasal 40 ayat (2b). Pasal ini memberikan kewenangan pada pemerintah melakukan pemutusan akses dan atau memerintahkan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik untuk melakukan pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum.

Kewenangan mendefinisikan informasi yang memiliki muatan melanggar hukum dinilai terlalu luas karena dapat dikaitkan dengan pasal- pasal bermasalah khususnya pasalpasal yang multitafsir, sehingga terbuka potensi setiap informasi dapat dikategorikan sebagai informasi yang melanggar hukum.

Selain itu, mekanisme pemutusan akses sepenuhnya berada ditangan Pemerintah, tidak ada mekanisme pengawasan dari lembaga lain terkait tindakan pemutusan akses.

Besarnya kewenangan pemerintah dalam hal ini Kominfo dan tidak adanya mekanisme pengawasan dari lembaga lain, berpotensi membuat dapat diputusnya jaringan internet di sebuah provinsi hanya karena konten di sebuah situs daring yang dianggap melanggar hukum.

Sebagai upaya untuk mengadvokasi regulasi yang menghambat ini, pada 20 Oktober2020, AJI bersama Pimpinan Redaksi Suara Papua, Arnoldus Belau mengajukan gugatan Pasal 40 ayat (2b) tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Adanya pasal kewenangan memutus akses itu, juga bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3), Pasal 24 ayat (1), Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28F Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Seriusnya UU ITE mengancam kebebasan pers, telah membawa AJI sejak 2015 konsisten meminta agar pemerintah dan DPR RI merevisi UU ITE. Meski revisi telah dilakukan pada 2016, namun hasil UU ITE hasil revisi justru lebih buruk.

Revisi hanya menurunkan sanksi pidana Pasal 27 ayat 3 dari yang sebelumnya 6 tahun menjadi 4 tahun. Pada pertengahan Februari 2021, Presiden Joko Widodo sempat melontarkan meminta DPR RI merevisi UU ITE, bila tak memberi rasa keadilan.

Tapi, perkembangannya kemudian menjadi antiklimaks. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD yang diberi mandat membuat tim kajian revisi UU ITE, telah resmi mengumumkan pada 29 April, bahwa pemerintah tidak mencabut UU ITE.

Setali tiga uang, DPR RI bahkan lebih dulu tidak memasukkan revisi UU ITE pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2021.14 Dengan demikian, pasal-pasal bermasalah UU ITE masih akan tetap menjadi ancaman bagi kebebasan pers di kemudian hari.

Diketahui, selain UU ITE, dalam catatanya AJI juga menyebut sejumlah regulasi dan aturan turunan lain yang juga dinilai berpotensi membelenggu kebebasan pers ialah, UU Cipta Kerja Klaster Penyiaran, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2020 tentang Protokol Persidangan dan Keamanan Dalam Lingkungan Pengadilan, Surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia, Telegram Kapolri tentang Pedoman Peliputan yang Bermuatan Kekerasan dan/atau Kejahatan dalam Program Siaran Jurnalistik, Rancangan Undang-undang KUHP. (Redaksi).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Hari Kebebasan PersUU ITE
ShareTweet
Previous Post

Pelayaran Terakhir di Bontang, 50 Penumpang KM Binaya Gagal Berangkat

Next Post

PKT Proaktif Dukung Pemkot Bontang, Pasang Wifi Gratis dan Perpustakaan Digital di Guntung dan Loktuan

Related Posts

suporter sepak bola
KOLOM

Koalisi Pers Kaltim Kecam Pelabelan “Londo Ireng” terhadap Jurnalis, Presiden Prabowo Diminta Minta Maaf

suporter sepak bola
KOLOM

AJI: Penghalangan Liputan di Pulau Obi & Ucapan Merendahkan Hotman Paris kepada Jurnalis Adalah Bentuk Intimidasi 

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan
KOLOM

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha
KOLOM

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

Menuju Indonesia Maju : Komitmen Menegakkan Pasal 33 UUD 1945
KOLOM

Menuju Indonesia Maju : Komitmen Menegakkan Pasal 33 UUD 1945

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji
KOLOM

Korban Lubang Tambang Bertambah, JATAM Desak Investigasi Kematian Muhammad Aji

Next Post
PKT Proaktif Dukung Pemkot Bontang, Pasang Wifi Gratis dan Perpustakaan Digital di Guntung dan Loktuan

PKT Proaktif Dukung Pemkot Bontang, Pasang Wifi Gratis dan Perpustakaan Digital di Guntung dan Loktuan

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 0000251

article 0000252

article 0000253

article 0000254

article 0000255

article 0000256

article 0000257

article 0000258

article 0000259

article 0000260

article 0000261

article 0000262

article 0000263

article 0000264

article 0000265

article 0000266

article 0000267

article 0000268

article 0000269

article 0000270

article 0000271

article 0000272

article 0000273

article 0000274

article 0000275

article 0000276

article 0000277

article 0000278

article 0000279

article 0000280

article 0000281

article 0000282

article 0000283

article 0000284

article 0000285

article 0000286

article 0000287

article 0000288

article 0000289

article 0000290

article 0000291

article 0000292

article 0000293

article 0000294

article 0000295

article 0000296

article 0000297

article 0000298

article 0000299

article 0000300

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 888906

article 888907

article 888908

article 888909

article 888910

article 888911

article 888912

article 888913

article 888914

article 888915

article 888916

article 888917

article 888918

article 888919

article 888920

article 888921

article 888922

article 888923

article 888924

article 888925

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2990246

article 2990247

article 2990248

article 2990249

article 2990250

article 2990251

article 2990252

article 2990253

article 2990254

article 2990255

article 2990256

article 2990257

article 2990258

article 2990259

article 2990260

article 2990261

article 2990262

article 2990263

article 2990264

article 2990265

article 2990266

article 2990267

article 2990268

article 2990269

article 2990270

article 2990271

article 2990272

article 2990273

article 2990274

article 2990275

article 2990276

article 2990277

article 2990278

article 2990279

article 2990280

article 2990281

article 2990282

article 2990283

article 2990284

article 2990285

article 2990286

article 2990287

article 2990288

article 2990289

article 2990290

article 2990291

article 2990292

article 2990293

article 2990294

article 2990295

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000206

article 2000207

article 2000208

article 2000209

article 2000210

article 2000211

article 2000212

article 2000213

article 2000214

article 2000215

article 2000216

article 2000217

article 2000218

article 2000219

article 2000220

article 2000221

article 2000222

article 2000223

article 2000224

article 2000225

article 2000226

article 2000227

article 2000228

article 2000229

article 2000230

article 2000231

article 2000232

article 2000233

article 2000234

article 2000235

article 2000236

article 2000237

article 2000238

article 2000239

article 2000240

article 2000241

article 2000242

article 2000243

article 2000244

article 2000245

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 992000171

article 992000172

article 992000173

article 992000174

article 992000175

article 992000176

article 992000177

article 992000178

article 992000179

article 992000180

article 992000181

article 992000182

article 992000183

article 992000184

article 992000185

article 992000186

article 992000187

article 992000188

article 992000189

article 992000190

article 992000191

article 992000192

article 992000193

article 992000194

article 992000195

article 992000196

article 992000197

article 992000198

article 992000199

article 992000200

article 7700156

article 7700157

article 7700158

article 7700159

article 7700160

article 7700161

article 7700162

article 7700163

article 7700164

article 7700165

article 7700166

article 7700167

article 7700168

article 7700169

article 7700170

article 7700171

article 7700172

article 7700173

article 7700174

article 7700175

article 7700176

article 7700177

article 7700178

article 7700179

article 7700180

article 7700181

article 7700182

article 7700183

article 7700184

article 7700185

article 5500126

article 5500127

article 5500128

article 5500129

article 5500130

article 5500131

article 5500132

article 5500133

article 5500134

article 5500135

article 5500136

article 5500137

article 5500138

article 5500139

article 5500140

article 5500141

article 5500142

article 5500143

article 5500144

article 5500145

article 5500146

article 5500147

article 5500148

article 5500149

article 5500150

article 5500151

article 5500152

article 5500153

article 5500154

article 5500155

article 5500156

article 5500157

article 5500158

article 5500159

article 5500160

article 5500161

article 5500162

article 5500163

article 5500164

article 5500165

article 5500166

article 5500167

article 5500168

article 5500169

article 5500170

article 5500171

article 5500172

article 5500173

article 5500174

article 5500175

article 5500176

article 5500177

article 5500178

article 5500179

article 5500180

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

news-1701