Dialektis.co, Sangatta – Pemkab Kutai Timur (Kutim) menegaskan dukungan penuhnya terhadap pengembangan E-sport sebagai salah satu strategi efektif membina generasi muda sekaligus mencegah berbagai penyimpangan sosial. Pemerintah melihat olahraga digital dapat menjadi ruang kreatif yang mampu menangkal pengaruh narkoba, judi online, hingga konsumsi minuman keras yang marak menjerat anak muda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan bahwa E-sport tidak lagi dipandang sebagai permainan biasa. Bupati dan Wakil Bupati Kutim secara langsung memberi ruang luas agar generasi muda dapat memanfaatkan minat bermain game menjadi kegiatan yang positif dan berprestasi.
“Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati sangat mendukung. Mereka memberikan ruang bagi semua kegiatan anak-anak muda, dan salah satu yang paling diminati sekarang adalah E-sport,” kata Basuki saat ditemui di Hotel Royal Victoria Sangatta, Sabtu (29/11/2025).
Basuki mengakui bahwa kehidupan anak muda saat ini sangat lekat dengan gadget. Alih-alih melarang atau membatasi secara kaku, pemerintah memilih pendekatan yang lebih realistis: mengarahkan energi mereka ke aktivitas kompetitif yang terstruktur.
“Anak-anak sekarang memang dekat dengan game. Tapi daripada main sembarangan, kita arahkan game-nya yang benar melalui olahraga E-sport. Tangannya tetap olahraga, tapi yang dilakukan itu positif,” jelasnya.
Menurutnya, E-sport kini telah berkembang menjadi cabang olahraga resmi yang memiliki jalur kompetisi jelas, baik tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Dengan adanya kompetisi rutin di Kutim, ia berharap anak-anak muda lebih fokus mengembangkan keterampilan, ketimbang terjerumus ke aktivitas berisiko.
“Kalau mereka sibuk ikut latihan, turnamen, atau komunitas E-sport, otomatis waktunya terpakai untuk hal yang produktif. Harapan saya dengan mereka sibuk, tidak ada lagi narkoba, tidak ada lagi judi online, tidak ada lagi miras,” tegas Basuki.
Ia menegaskan bahwa pengembangan E-sport bukan semata soal prestasi, melainkan sarana pembinaan karakter, sportivitas, kedisiplinan, dan pola hidup sehat. Pemerintah berkomitmen menjadikan olahraga digital sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang lebih modern dan adaptif dengan perkembangan zaman.
“Intinya, kita ingin anak-anak Kutai Timur punya kegiatan positif yang membuat mereka berkembang. Salah satunya ya lewat E-sport ini,” tutupnya. (adv)








Discussion about this post